Bunga Zainal Syok Harga LPG 12 Kg Tembus Rp270 Ribu: Asam Lambung Langsung Naik

Ket. Bunga Zainal

Doc: Instagram/@bungazainal06

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Kenaikan harga kebutuhan rumah tangga kembali menjadi sorotan publik. Kali ini, aktris sekaligus ibu rumah tangga Bunga Zainal ikut membagikan pengalaman yang membuatnya terkejut saat memulai aktivitas pagi.

Bukan karena persoalan pekerjaan atau urusan dunia hiburan, melainkan sesuatu yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari: gas LPG di rumah habis.

Bunga menceritakan bahwa pagi itu dirinya mendapat kabar dari sang kakak mengenai kondisi tabung gas di rumah yang sudah kosong.

Situasi seperti itu sebenarnya bukan hal baru baginya. Menurutnya, tabung gas habis merupakan hal yang lumrah karena dipakai setiap hari untuk memasak kebutuhan keluarga.

Namun, Bunga mengaku memiliki kebiasaan yang cukup unik. Ia tidak suka membiarkan stok kebutuhan rumah tangga kosong. Baginya, berbagai kebutuhan pokok sebaiknya selalu tersedia agar tidak menimbulkan kepanikan saat mendadak dibutuhkan.

Karena itu, tanpa berpikir panjang ia langsung meminta agar gas segera dibeli. Awalnya, tidak ada firasat apa pun. Ia mengira harga gas masih berada pada kisaran yang biasa ia bayarkan sebelumnya. Tetapi situasi berubah ketika tagihan pembelian datang.

Saat mengetahui harga LPG 12 kilogram mencapai Rp270 ribu, Bunga mengaku benar-benar terkejut. Nominal tersebut menurutnya jauh lebih tinggi dibanding harga yang selama ini ia kenal, yang berkisar di angka Rp220 ribu hingga Rp225 ribu.

"Terus pas ada tagihan, kaget banget gue ceu, Harga gas sekarang jadi Rp270.000, yang biasa gue beli Rp220.000, Rp225.000, tiba-tiba jadi naik Rp270.000," ungkapnya.

Kenaikan puluhan ribu rupiah itu membuatnya syok. Ia bahkan mengungkapkan kondisi tubuhnya ikut bereaksi karena mendengar kabar tersebut saat perut masih kosong.

Bunga berseloroh bahwa asam lambungnya seolah ikut naik karena kaget menerima informasi harga terbaru tersebut.

Rasa penasaran membuatnya langsung mencari tahu penyebab kenaikan itu kepada penjual. Dari penjelasan yang diterimanya, harga gas disebut mengalami penyesuaian sementara karena banyak faktor ekonomi yang ikut berubah.

Salah satu alasan yang disebutkan adalah meningkatnya nilai tukar dolar yang disebut sudah mencapai angka Rp17 ribu.

“Abangnya bilang harga gas sementara naik karena semua serba naik. Katanya dolar sudah menyentuh Rp17.000,” ujarnya.

Meski tidak membahas secara rinci persoalan ekonomi makro, pengalaman tersebut membuat Bunga menyoroti tantangan baru yang kini dihadapi banyak keluarga dalam mengatur pengeluaran rumah tangga.

Menurutnya, kenaikan harga berbagai kebutuhan pokok membuat perencanaan keuangan menjadi semakin rumit.

Sebagai ibu rumah tangga dengan anggota keluarga yang cukup banyak, ia mengaku harus lebih teliti dalam mengelola pengeluaran.

Aktivitas memasak yang dilakukan berulang kali dalam sehari membuat penggunaan gas menjadi lebih cepat habis, sehingga kenaikan harga sekecil apa pun tetap akan terasa.

Pengalaman Bunga pun menggambarkan keresahan yang mungkin dirasakan banyak keluarga saat harga kebutuhan sehari-hari terus mengalami perubahan.

Hal yang tampak sederhana seperti membeli tabung gas kini bisa menjadi sumber kejutan tersendiri di awal hari.*

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN