Viral Sunscreen Palsu Ber-SPF Rendah, Kenali Ciri dan Bahayanya yang Bisa Picu Kanker Kulit!

Sabtu, 16 Mei 2026, 10:15 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Kandungan SPF tinggi sangat krusial untuk melindungi kulit dari bahaya sinar UV A dan UV B. Namun baru-baru ini, media sosial dihebohkan oleh temuan produk sunscreen yang memalsukan klaim SPF-nya. 

Sebuah produk yang mengeklaim ber-SPF 45, ternyata setelah diuji laboratorium aslinya hanya mengandung SPF 3,6.

Ket. Foto: Ilustrasi menggunakan sunscreen ketika berada di luar ruangan. — Sumber: freepik.com

Kasus ini viral setelah diinvestigasi oleh ilmuwan kosmetik asal Kanada, Dr. Julian Sass, lewat TikTok. Ia curiga dengan tekstur produk yang transparan tidak wajar dan komposisinya yang sama sekali tidak mengandung bahan aktif pelindung matahari, seperti zinc oxide.

Hasil uji kamera UV dan laboratorium in vitro membuktikan produk tersebut gagal memberikan perlindungan spektrum luas (broad spectrum) yang memicu penuaan dini dan kanker kulit.

Ciri-Ciri Sunscreen Palsu di Pasaran

Produk skincare asal Korea Selatan (seperti Beauty of Joseon dan Round Lab) menjadi yang paling sering dipalsukan karena popularitasnya yang tinggi. Konsumen wajib waspada jika menemukan produk populer tersebut dijual dengan harga yang terlampau murah.

Secara umum, tiruan sunscreen dapat dikenali dari aspek berikut:

  • Tekstur: Produk palsu cenderung terasa pekat seperti pasta atau kapur dan susah dibaurkan. Sementara produk asli memiliki tekstur losion krim ringan yang cepat meresap.

  • Kemasan: Kemasan tiruan sering menggunakan bahan mirip aluminum foil berkualitas rendah tanpa tanggal kedaluwarsa yang jelas, atau memiliki cetakan huruf (font) yang tebal dan berantakan.

Untuk mempermudah konsumen, saat ini beberapa brand resmi telah menambahkan kode QR pada kemasan produknya untuk dicek keasliannya.

Bahaya Sunscreen Palsu bagi Kesehatan

Menggunakan tabir surya tiruan yang tidak memberikan perlindungan optimal berisiko memicu kerusakan DNA kulit akibat radiasi ultraviolet. Hal inilah yang menjadi awal mula pertumbuhan sel abnormal atau kanker kulit.

Secara medis, kanker kulit dibagi menjadi tiga jenis utama:

  1. Karsinoma Sel Basal: Muncul dalam bentuk benjolan mengilap (transparan pada kulit terang, atau kecokelatan/hitam pada kulit gelap).

  2. Karsinoma Sel Skuamosa: Jenis paling umum akibat paparan UV berlebih, gejalanya berupa benjolan merah keras, bercak bersisik, atau luka yang tak kunjung sembuh.

  3. Melanoma: Jenis kanker kulit paling agresif dan berbahaya yang berkembang dari sel pigmen kulit (melanosit).

Tips Menghindari Produk Tiruan

Pakar kanker kulit mengingatkan agar tidak mudah tergiur harga murah. Saat berbelanja online, pastikan Cantiks hanya membeli lewat toko resmi (official store) atau platform kecantikan terpercaya.

Periksa juga detail fisik kemasan, ejaan merek, nomor sertifikasi, segel, dan masa kedaluwarsa produk.

Memilih Jenis Sunscreen yang Tepat

Secara garis besar, sunscreen dibagi menjadi dua tipe yang sama-sama efektif melindungi kulit:

  • Mineral Sunscreen: Mengandung zinc oxide dan titanium dioxide yang bekerja memantulkan sinar UV. Jenis ini cenderung stabil dan aman untuk kulit sensitif.

  • Chemical Sunscreen: Menyerap radiasi UV lalu mengubahnya menjadi energi panas. Jenis ini disukai karena formulanya ringan, bening, dan minim efek putih (white cast).

Apapun jenis produk yang Cantiks pilih, kunci perlindungan terbaik adalah konsisten menggunakannya setiap hari, baik saat cuaca terik maupun mendung, di dalam maupun di luar ruangan.

  • sunscreen palsu
  • bahaya sunscreen palsu

Redaktur: Sarah Ramadhani

Penulis: Sarah Ramadhani

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.