Koleksi Dior Cruise 2027: Jonathan Anderson Sulap LACMA Jadi Panggung Fantasi Sinematik Paling Mewah Tahun Ini

Ket. Dior Cruise 2027 karya Jonathan Anderson.

Doc: Dior

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Rumah mode mewah Dior kembali mencuri perhatian dunia fashion lewat pagelaran Cruise 2027 yang digelar spektakuler di Los Angeles County Museum of Art. Di bawah arahan kreatif Jonathan Anderson, koleksi terbaru Dior tampil layaknya film Hollywood klasik yang penuh fantasi, ilusi, dan kemewahan sinematik.

Setahun setelah bergabung dengan Dior, Jonathan Anderson akhirnya mempersembahkan pertunjukan Cruise pertamanya sebagai bentuk cinta terhadap dunia perfilman dan kekuatan mimpi. Bukan sekadar fashion show biasa, Jonathan Anderson menghadirkan pengalaman visual dramatis yang memadukan mode, seni, dan nuansa layar lebar dalam satu panggung megah.

Berlokasi di galeri baru David Geffen Galleries di LACMA, suasana runway dibuat menyerupai adegan film noir klasik. Lanskap beton bergelombang, kabut asap tipis, serta cahaya senja khas Los Angeles menciptakan atmosfer misterius dan elegan. Dari awal pertunjukan, penonton langsung dibawa masuk ke dunia fantasi ala Old Hollywood yang glamor sekaligus artistik.

20260515113239_FotoJet---2026-05-15T113204.549.jpg

Dok. Dior

Dior Cruise 2027 karya Jonathan Anderson.

Sebanyak 75 tampilan diperagakan dalam koleksi ini, mulai dari gaun feminin mengalir, mantel berikat pinggang, hingga interpretasi baru dari ikon legendaris Bar Jacket Dior. Jonathan Anderson menghadirkan versi lebih modern dan santai dengan potongan memanjang hingga paha serta detail fringe di bagian bawah. Koleksi wanita dipadukan harmonis dengan tailoring pria yang terlihat lebih relaxed namun tetap sophisticated.

Jonathan Anderson menjelaskan inspirasi utamanya berasal dari konsep on screen dan off screen, menggambarkan karakter-karakter yang hidup di antara realitas dan dunia imajinasi. Tema sinema terasa sangat kuat sepanjang pertunjukan, mulai dari styling hingga musik pengiring yang dipenuhi referensi bintang Hollywood klasik.

Salah satu sorotan utama datang dari kolaborasi Jonathan Anderson dengan seniman Amerika Ed Ruscha. Sang desainer mengaku telah lama bermimpi bekerja sama dengannya. Hasilnya, sejumlah kemeja dengan sentuhan ikonografi Amerika dan nuansa Americana era pertengahan abad tampil mencuri perhatian di runway.

20260515113334_WhatsApp-Image-2026-05-15-at-11.24.22.jpeg

Dok. Dior

Dior Cruise 2027 karya Jonathan Anderson.

Tak hanya itu, Jonathan Anderson juga menggandeng desainer topi legendaris asal Irlandia, Philip Treacy, yang dikenal dengan karya-karya sculptural ikoniknya. Topi bulu dramatis bertuliskan “Dior” dan “Buzz” muncul dalam beberapa tampilan pria, memberikan kesan teatrikal layaknya properti film klasik Hollywood.

Koleksi dibuka dengan deretan gaun yang terinspirasi bunga poppy khas California. Salah satu tampilan paling mencuri perhatian adalah gaun kuning primrose dengan aksen bunga oversized yang juga dikenakan oleh Sabrina Carpenter di barisan depan tamu undangan. Warna blush lembut hingga merah oranye menyala mendominasi runway, menghadirkan nuansa romantis sekaligus dramatis.

Nuansa perfilman semakin terasa lewat soundtrack yang memutar lagu-lagu seperti “I’ve Told Every Little Star” milik Linda Scott dan “Kelly Watch the Stars” dari Air. Musik tersebut memperkuat aura nostalgia Hollywood lama yang menjadi benang merah koleksi ini.

Jonathan Anderson juga memberikan sentuhan baru pada denim Dior. Ia bekerja sama dengan pemasok Jepang untuk menciptakan jeans dengan bordir rantai perak halus serta efek faded langsung dari tenunan benang, menghasilkan tekstur unik yang tampak hidup dan tidak datar.

20260515113536_FotoJet---2026-05-15T113232.904.jpg

Dok. Dior

Dior Cruise 2027 karya Jonathan Anderson.

Referensi sinema klasik kembali muncul lewat mantel bergaris vertikal yang terinspirasi film-film Alfred Hitchcock. Anderson menyebut teknik pencahayaan menggunakan bayangan tirai khas Hitchcock menjadi salah satu inspirasi visual runway malam itu.

Atmosfer Old Hollywood semakin kuat dengan hadirnya mobil Cadillac vintage di area pertunjukan. Detail shimmer pada tas Saddle terbaru, sepatu bertabur bunga dan bulu, hingga kacamata glamor berpayet membuat koleksi ini terasa seperti penghormatan mewah terhadap era kejayaan perfilman Amerika.

Jonathan Anderson juga menghidupkan kembali hubungan historis Dior dengan dunia sinema. Pada era 1950an, Christian Dior dikenal sering mendandani ikon Hollywood seperti Marilyn Monroe, Ava Gardner, dan Marlene Dietrich.

Tidak hanya itu, Jonathan Anderson bahkan terobsesi pada film noir Stage Fright karya Hitchcock dan kostum Marlene Dietrich di dalamnya. Ia menghidupkan kembali versi historis Bar Jacket yang dahulu dibuat khusus untuk Dietrich. Menariknya, jaket asli tersebut ternyata sempat dimiliki oleh Azzedine Alaïa sebelum akhirnya kembali ke arsip Dior tahun ini.

20260515113621_WhatsApp-Image-2026-05-15-at-11.24.21.jpeg

Dok. Dior

Dior Cruise 2027 karya Jonathan Anderson.

Tak berhenti sampai di situ, Jonathan Anderson juga membocorkan rencana besar Dior di dunia perfilman. Ia mengungkap rumah mode tersebut tengah menyiapkan beberapa proyek film baru, termasuk kolaborasi bersama sutradara ternama Luca Guadagnino.

Menurut Jonathan Anderson, Dior kini ingin mengeksplorasi hubungan baru antara fashion house dan industri sinema. Ia percaya mode dan film dapat saling membangun narasi yang lebih besar daripada sekadar pakaian.

Meski baru setahun memimpin Dior, Jonathan Anderson terlihat sangat percaya diri dengan arah kreatif yang sedang dibangunnya. Baginya, Dior bukan hanya soal bisnis, tetapi tentang emosi, warisan, dan proses eksplorasi kreatif yang terus berkembang.

Lewat Cruise 2027 ini, Jonathan Anderson berhasil membuktikan Dior masih menjadi simbol kemewahan modern yang mampu berevolusi tanpa kehilangan identitas klasiknya. Kombinasi fantasi Hollywood, mode avant garde, dan sentuhan nostalgia membuat koleksi ini disebut-sebut sebagai salah satu pertunjukan fashion paling memukau tahun ini.

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN