4 Film Pendek Indonesia Siap Tampil di Festival Film Cannes 2026

Ket. Mothers are Mothering

Doc: Istimewa

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Sineas Indonesia kembali menunjukkan taringnya di industri perfilman internasional. Sejumlah film pendek karya pembuat film Tanah Air dipastikan tampil dalam Festival Film Cannes 2026 yang berlangsung mulai 14 Mei 2026.

Menariknya, beberapa proyek yang terpilih juga melibatkan kolaborasi lintas negara di Asia Tenggara, mulai dari Malaysia, Myanmar, Filipina, hingga Singapura.

Kehadiran karya-karya tersebut menjadi bukti semakin kuatnya posisi sineas regional di panggung perfilman dunia. Berikut deretan film pendek yang mencuri perhatian di Cannes 2026:

1. Mothers Are Mothering

Film Mothers Are Mothering Tembus Festival Film Cannes 2026

Film pendek ini disutradarai oleh Li Shuen Lam dan Khozy Rizal, yang juga bertindak sebagai penulis. Mothers Are Mothering mengangkat kisah seorang perempuan yang terjebak dalam pernikahan penuh kekerasan. Di tengah luka dan tekanan hidupnya, ia kembali dipertemukan dengan mantan kekasihnya.

Cerita tersebut menghadirkan konflik emosional tentang cinta, trauma, dan keberanian untuk keluar dari hubungan yang menyakitkan.

2. Annisa

Film Pendek Annisa, Disutradarai Reza Rahadian dan Siap Tayang di Cannes  Critics Week 2026 - Harian Terbit

Annisa menjadi karya penyutradaraan terbaru Reza Rahadian yang terpilih untuk dipresentasikan dalam program Next Step Studio Indonesia di Cannes Critics’ Week 2026.

Film ini mengikuti kehidupan Annisa, seorang penyandang disabilitas yang sering merasa terabaikan di lingkungan sekitarnya. Meski demikian, Annisa memiliki mimpi sederhana namun kuat: bernyanyi di atas panggung, tanpa peduli sebesar apa panggung tersebut.

Film ini menghadirkan perjalanan personal yang hangat tentang harapan, penerimaan diri, dan perjuangan mengejar mimpi.

3. Original Wound

Prime Video: Wound

Film pendek ini disutradarai oleh Shelby Kho dan Sein Lyan Tun, serta dibintangi Omara Esteghlal dan Agnes Naomi.

Original Wound mengangkat konflik keluarga yang penuh luka emosional. Cerita berpusat pada kakak beradik yang terpaksa kembali hidup bersama setelah kematian sang ibu.

Di balik hubungan yang renggang, keduanya harus menghadapi ingatan berbeda tentang kasih sayang dan kekerasan yang mereka alami semasa kecil.

Film ini mengeksplorasi bagaimana duka, tubuh, ritual, dan trauma dapat terus membekas bahkan setelah seseorang tiada.

4. Holy Crowd

Moviezy | First look Prilly Latuconsina jadi pocong dalam film komedi satir  'Holy Crowd' karya M. Reza Fahriansyah dan Ananth Subramaniam. Film ini...  | Instagram

Film garapan Reza Fahriyansyah dan Ananth Subramaniam ini menghadirkan premis yang unik sekaligus mengganggu. Holy Crowd dibintangi Prilly Latuconsina sebagai Ratna, seorang perempuan yang tiba-tiba bangkit dari kematian saat pemakamannya sendiri.

Setelah hidup kembali dalam kondisi bisu dan terbungkus kain kafan, Ratna diyakini memiliki kemampuan menyembuhkan orang lain. Situasi tersebut memicu kekacauan ketika warga mulai berdatangan demi mencari mukjizat.

Sementara itu, sang suami Arif, yang diperankan Yusuf Mahardika, harus menghadapi kepanikan sekaligus obsesi masyarakat terhadap Ratna. (Tka)

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN