Siswi SMAN 1 Pontianak Diusulkan Jadi Duta 4 Pilar usai Polemik LCC MPR RI

Selasa, 12 Mei 2026, 17:03 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Kontroversi penilaian dalam ajang Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat masih menjadi sorotan publik. Setelah video perdebatan antara peserta dan juri viral di media sosial, kini muncul dukungan terhadap siswi SMAN 1 Pontianak yang dianggap telah memberikan jawaban benar dalam perlombaan tersebut.

Anggota MPR RI sekaligus alumni SMAN 1 Pontianak, Rifqi Nizami Karsayuda, meminta agar MPR RI memberikan penghargaan khusus kepada siswi bernama Josepha Alexandra. Menurutnya, peserta tersebut layak diapresiasi karena berani mempertahankan jawaban yang dinilai benar secara konstitusional.

Ket. Foto: Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI 2026 — Sumber: YouTube MPRGOID

Rifqi menilai jawaban Josepha terkait mekanisme pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sebenarnya sudah tepat. Namun dalam lomba tersebut, jawaban itu justru dianggap salah oleh dewan juri dan membuat tim dari SMAN 1 Pontianak mendapat pengurangan nilai.

Tidak hanya meminta penghargaan, Rifqi juga mengusulkan agar Josepha dijadikan Duta Empat Pilar Kebangsaan tingkat SLTA di Kalimantan Barat. Ia menilai keberanian siswi tersebut dalam mengoreksi penilaian juri menunjukkan pemahaman kebangsaan yang baik sekaligus sikap kritis yang patut diapresiasi.

Menurut Rifqi, peristiwa ini menjadi perhatian serius karena ada peserta dari sekolah lain yang memberikan jawaban serupa tetapi justru memperoleh nilai penuh dari juri. Hal itu kemudian memicu perdebatan luas di media sosial dan menuai kritik dari warganet.

Ia juga mengaku telah berkomunikasi dengan pihak Biro Persidangan MPR RI selaku penanggung jawab kegiatan. Dalam keterangannya, Rifqi meminta MPR RI segera memberikan klarifikasi resmi sekaligus menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada publik atas polemik yang terjadi.

Selain itu, Rifqi turut meminta agar juri yang dianggap keliru dalam memberikan penilaian tidak lagi dilibatkan dalam kegiatan serupa di masa mendatang. Ia menyebut kejadian ini sebagai preseden buruk bagi kompetisi pendidikan yang seharusnya menjunjung objektivitas dan sportivitas.

Sebelumnya, video final LCC Empat Pilar tingkat Kalbar viral setelah memperlihatkan momen peserta SMAN 1 Pontianak mempertanyakan keputusan juri. Banyak warganet menilai jawaban peserta sebenarnya sudah benar dan menyayangkan keputusan dewan juri yang dianggap merugikan salah satu tim.

Polemik tersebut kini terus menjadi perbincangan hangat di media sosial dan memicu desakan publik agar sistem penilaian dalam ajang LCC MPR RI dievaluasi agar lebih transparan dan adil di masa mendatang.

  • Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026
  • Kontroversi Lomba Cerdas Cermat

Redaktur: Afifa Khoirunnisa

Penulis: Afifa Khoirunnisa

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.