Mengenal Siesta, Tradisi Tidur Siang Orang Spanyol yang Punya Segudang Manfaat

Selasa, 21 Jul 2026, 16:15 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Spanyol kembali menjadi sorotan dunia setelah sukses mengalahkan Argentina di final Piala Dunia 2026 dan mengangkat trofi juara dunia untuk kedua kalinya sepanjang sejarah. Di balik prestasi sepak bolanya yang gemilang, Negeri Matador juga dikenal memiliki budaya unik yang masih bertahan hingga kini, salah satunya Siesta.

Bagi sebagian orang, Siesta identik dengan kebiasaan tidur siang. Namun, tradisi khas masyarakat Spanyol ini ternyata memiliki makna yang jauh lebih dalam daripada sekadar memejamkan mata di tengah hari. Siesta menjadi bagian dari gaya hidup yang mengutamakan keseimbangan antara bekerja, beristirahat, dan menikmati waktu bersama keluarga.

Lantas, bagaimana asal-usul Siesta dan mengapa tradisi ini masih dipertahankan hingga sekarang?

Berasal dari Tradisi Kuno yang Bertahan Selama Berabad-abad

Mengutip Audaz Revista, istilah Siesta berasal dari bahasa Latin hora sexta, yang berarti "jam keenam setelah matahari terbit" atau sekitar tengah hari.

Tradisi ini telah dikenal sejak masa Romawi Kuno, jauh sebelum Spanyol modern berdiri. Kebiasaan tersebut kemudian semakin mengakar ketika Semenanjung Iberia berada di bawah kekuasaan bangsa Moor antara tahun 711 hingga 1492 M.

Pada masa itu, para petani memilih bekerja sejak pagi ketika udara masih sejuk. Saat matahari berada di titik paling terik, mereka menghentikan aktivitas untuk beristirahat sebelum kembali bekerja pada sore hari. Pola tersebut dinilai lebih efektif sekaligus membantu menjaga kondisi fisik.

Lebih dari Sekadar Tidur Siang

Ket. Foto: Potret orang spanyol yang melakukan Siesta. — Sumber: Istimewa

Meski sering diterjemahkan sebagai tradisi tidur siang, Siesta sebenarnya merupakan waktu jeda di tengah hari yang dimanfaatkan masyarakat Spanyol untuk berbagai aktivitas.

Momen tersebut biasanya digunakan untuk menikmati comida, yaitu makan siang bersama keluarga, lalu dilanjutkan dengan sobremesa, tradisi mengobrol santai di meja makan setelah selesai menyantap hidangan.

Bagi banyak keluarga, Siesta menjadi kesempatan untuk berkumpul, berbincang, dan menikmati waktu bersama sebelum kembali menjalani rutinitas.

Artinya, tidur siang hanyalah salah satu pilihan aktivitas selama Siesta, bukan kewajiban yang harus dilakukan setiap hari.

Tidak Semua Orang Spanyol Masih Tidur Siang

Meski menjadi simbol budaya Spanyol, kebiasaan tidur siang setiap hari ternyata tidak lagi dilakukan oleh seluruh masyarakat.

Berdasarkan survei lembaga penelitian tidur dan sosiologi di Spanyol, hanya sebagian kecil penduduk yang masih rutin tidur siang. Tradisi ini lebih banyak dipertahankan oleh generasi yang lebih tua maupun masyarakat di wilayah pedesaan.

Sementara itu, generasi muda yang tinggal di kota-kota besar seperti Madrid, Barcelona, dan Valencia cenderung memanfaatkan waktu istirahat untuk berolahraga, menyelesaikan pekerjaan, berbelanja, atau sekadar bermain ponsel.

Mengapa Banyak Toko Tutup Saat Siesta?

Salah satu hal yang sering mengejutkan wisatawan adalah banyaknya toko yang tutup pada siang hari.

Di berbagai kota di Spanyol, toko keluarga, butik lokal, apotek, kantor pemerintahan, bank, hingga beberapa bar biasanya berhenti beroperasi sekitar pukul 14.00 hingga 17.00.

Setelah waktu istirahat selesai, aktivitas bisnis kembali berjalan hingga malam hari.

Pola kerja ini juga membuat masyarakat Spanyol terbiasa makan malam lebih larut dibanding banyak negara lain, yakni sekitar pukul 21.00 hingga 22.00.

Meski begitu, pusat perbelanjaan besar, restoran, museum, dan sebagian kafe umumnya tetap beroperasi seperti biasa.

Didukung Penelitian Ilmiah

Menariknya, kebiasaan beristirahat di siang hari ternyata juga didukung oleh sejumlah penelitian.

Tidur siang singkat selama sekitar 20 hingga 30 menit diketahui dapat membantu meningkatkan konsentrasi, menjaga fokus, memperbaiki suasana hati, meningkatkan produktivitas, hingga mendukung kesehatan jantung.

Dari sisi biologis, tubuh manusia memang mengalami penurunan tingkat kewaspadaan alami pada kisaran pukul 13.00 hingga 15.00.

Pada periode tersebut, suhu tubuh sedikit menurun, produksi hormon melatonin mulai meningkat, dan otak secara alami membutuhkan waktu untuk beristirahat. Kondisi ini terjadi meskipun seseorang tidak makan siang.

Karena itu, para ahli menilai tidur siang singkat bukanlah tanda kemalasan, melainkan bagian dari ritme alami tubuh yang dapat memberikan manfaat jika dilakukan dengan durasi yang tepat.

Meski kini gaya hidup modern mulai mengubah kebiasaan masyarakat Spanyol, Siesta tetap menjadi salah satu identitas budaya yang paling dikenal di dunia. Tradisi ini bukan hanya soal tidur siang, tetapi juga mencerminkan pentingnya menjaga keseimbangan antara pekerjaan, kesehatan, dan waktu berkualitas bersama orang-orang terdekat.

Tidak heran jika Siesta masih dianggap sebagai salah satu warisan budaya yang membuat gaya hidup masyarakat Spanyol begitu menarik untuk dipelajari.

  • spanyol
  • Siesta

Redaktur: Alfina Febriyana

Penulis: Alfina Febriyana

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.