Viral di X, Kontroversi Penilaian Warnai LCC 4 Pilar Tingkat Provinsi Kalbar: SMAN 1 Pontianak Layangkan Protes

Senin, 11 Mei 2026, 16:30 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar tingkat Provinsi Kalimantan Barat yang digelar pada Minggu, 10 Mei 2026, menjadi sorotan publik setelah muncul dugaan ketidakadilan dalam proses penilaian dewan juri.

Polemik tersebut ramai diperbincangkan di media sosial usai beredar potongan video perlombaan yang memperlihatkan perbedaan pemberian skor terhadap jawaban dengan substansi serupa.

Ket. Foto: — Sumber: Instagram/@borneoreviewco

Kontroversi bermula ketika regu C dari SMAN 1 Pontianak mendapat pertanyaan terkait lembaga negara yang memberikan pertimbangan kepada DPR dalam proses pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Dalam jawabannya, peserta disebut telah menyampaikan unsur Dewan Perwakilan Daerah (DPD) sebagai jawaban inti.

Namun, dewan juri memutuskan untuk mengurangi nilai tim tersebut sebesar 5 poin. Alasan yang disampaikan adalah karena artikulasi peserta dianggap kurang jelas sehingga jawaban tidak terdengar sempurna oleh panel penilai.

Keputusan itu kemudian memicu protes dari sejumlah peserta dan pendukung tim sekolah. Situasi semakin memanas ketika pertanyaan serupa diberikan kepada regu B dari SMAN 1 Sambas.

Dalam kesempatan tersebut, tim asal Sambas justru memperoleh tambahan 10 poin meskipun jawaban yang diberikan dinilai memiliki substansi yang sama.

Perbedaan perlakuan inilah yang kemudian memunculkan tudingan inkonsistensi penilaian. Banyak warganet menilai standar penilaian dewan juri tidak diterapkan secara adil kepada seluruh peserta.

Cuplikan video kejadian itu pun cepat menyebar di berbagai platform media sosial dan menuai beragam komentar.

Salah satu dewan juri sempat memberikan klarifikasi langsung di hadapan peserta lomba. Ia menegaskan bahwa aspek artikulasi menjadi bagian penting dalam penilaian kompetisi.

“Artikulasi itu penting. Dewan juri menilai berdasarkan apa yang terdengar jelas. Kalau tidak terdengar, maka juri berhak memberikan pengurangan nilai,” ujar salah satu dewan juri saat menjelaskan keputusan tersebut.

Meski penjelasan telah diberikan, perdebatan di ruang publik belum mereda. Banyak pihak meminta panitia penyelenggara melakukan evaluasi terhadap sistem penilaian agar tidak menimbulkan persepsi keberpihakan maupun ketidakadilan dalam ajang akademik tingkat provinsi tersebut.

Sebagian warganet juga berharap kompetisi seperti LCC 4 Pilar tetap menjunjung tinggi objektivitas dan transparansi karena melibatkan pelajar yang membawa nama baik sekolah masing-masing.

Hingga kini, belum ada pernyataan resmi lanjutan dari panitia terkait kemungkinan evaluasi hasil penilaian maupun tindak lanjut atas protes yang muncul.*

  • LCC 4 Pilar Tingkat Provinsi Kalbar

Redaktur: Weti Aprianti

Penulis: Weti Aprianti

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.