Balik Serang! Erin Taulany Bongkar CCTV, Tudingan Pukul hingga Ancam Pisau ART Fitnah Keji

Ket. Erin Taulany.

Doc: Instagram

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Drama panas yang menyeret Erin Taulany akhirnya memasuki babak baru yang lebih mengejutkan. Dituduh melakukan penganiayaan terhadap mantan asisten rumah tangganya (ART) bernama Hera, Erin Taulany kini balik menyerang dengan sederet bukti yang ia klaim tak terbantahkan.

Didampingi kuasa hukum, Sunan Kalijaga, Erin Taulany menggelar konferensi pers di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, pada Selasa (5/5/2026). Di hadapan publik, Erin Taulany secara tegas membantah semua tuduhan kekerasan fisik, penodongan senjata, hingga penahanan gaji yang sebelumnya viral di media sosial.

“Tidak benar sama sekali. Saya punya bukti lengkap, mulai dari CCTV sampai komunikasi dengan pihak penyalur,” tegas Erin.

Alih-alih menjadi pelaku, Erin Taulany justru mengungkap fakta yang membalikkan situasi. Ia menuding Hera melakukan pelanggaran privasi serius selama bekerja di rumahnya. Tanpa izin, sang ART disebut merekam isi rumah hingga aktivitas keluarga untuk konten media sosial pribadi.

Menurut Erin Taulany, tindakan tersebut bukan hanya tidak etis, tetapi juga membahayakan keamanan keluarganya. Mulai dari tampilan rumah, kendaraan, hingga aktivitas anak-anak terekam tanpa persetujuan.

“Semua direkam, dari depan sampai belakang rumah. Bahkan baju anak saya dipakai tanpa izin,” ungkapnya geram.

Lebih mengejutkan lagi, Erin Taulany menyebut Hera baru bekerja selama satu minggu sebelum masalah muncul. Ia bahkan mengaku sudah sempat melayangkan komplain ke pihak penyalur karena perilaku mencurigakan tersebut.

Soal tudingan penahanan gaji dan barang pribadi, Erin Taulany membeberkan kronologi berbeda. Ia menyebut Hera kabur secara diam-diam pada malam hari tanpa izin, sehingga barang-barangnya tertinggal di rumah.

“Dia pergi saat saya tidur, sekitar jam 10 malam. Tidak ada izin sama sekali,” jelasnya.

Karena belum genap satu bulan bekerja, Erin Taulany menyebut pembayaran gaji memang belum jatuh tempo. Meski begitu, ia mengklaim tetap memberikan uang lelah kepada mantan ART tersebut sebagai bentuk itikad baik.

Kuasa hukum Erin Taulany menegaskan bahwa narasi yang beredar telah membentuk opini publik yang merugikan kliennya. Bahkan, pihaknya menyebut ada indikasi kuat fitnah dan pencemaran nama baik yang disebarkan melalui media sosial.

Tak tinggal diam, Erin kini resmi mengambil langkah hukum. Ia melaporkan mantan ART beserta pihak penyalur ke kepolisian atas dugaan penyebaran informasi palsu dan pelanggaran Undang-Undang ITE.

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN