Tiket Tembus Rp498 Juta! Intip Sejarah dan Fakta Mewah di Balik Layar Met Gala

Ket. Met Gala 2026.

Doc: Istimewa

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Gelaran Met Gala kembali menjadi sorotan dunia sebagai ajang penggalangan dana paling mewah dan eksklusif di industri mode.

Dikenal dengan deretan gaun spektakuler di atas red carpet, banyak yang penasaran mengenai sejarah Met Gala serta alasan di balik harga tiketnya yang mencapai ratusan juta rupiah.

Berawal dari inisiatif Eleanor Lambert di tahun 1948, kini Met Gala telah bertransformasi menjadi panggung prestisius di bawah kendali tangan dingin Anna Wintour.

Sejarah: Berawal dari Penggalangan Dana Sederhana

Met Gala pertama kali diinisiasi pada tahun 1948 oleh Eleanor Lambert, seorang humas mode ternama. Tujuan awalnya adalah mengumpulkan dana untuk Costume Institute yang baru saja bergabung dengan Metropolitan Museum of Art.

Pada masa itu, tiket dijual seharga US$50, angka yang sudah tergolong mewah di zamannya, dan hanya dihadiri oleh kalangan elite New York.

Transformasi Menjadi Ajang Glamor Selebriti

Perubahan besar terjadi pada tahun 1972 di bawah arahan Diana Vreeland. Met Gala mulai mengundang bintang-bintang besar seperti Elizabeth Taylor hingga Cher.

Sejak saat itu, lokasi acara ditetapkan permanen di Metropolitan Museum of Art dan tradisi "tema tahunan" mulai diberlakukan untuk memacu kreativitas para perancang busana.

Eksklusivitas dan Harga Tiket yang Selangit

Meski bertajuk penggalangan dana, tidak sembarang orang bisa hadir. Berikut fakta menarik seputar tiket Met Gala:

  • Harga Tiket: Mulai dari US$50 di tahun 1948, kini harganya mencapai US$35 ribu (sekitar Rp498 juta) per orang.

  • Persetujuan Anna Wintour: Memiliki uang banyak bukan jaminan. Setiap tamu harus mendapatkan izin langsung dari Anna Wintour, pemimpin redaksi Vogue.

  • Kendali Penuh: Sejak tahun 1995, Anna Wintour memegang kendali total mulai dari daftar tamu, tema busana, hingga pengaturan posisi duduk yang sangat detail.

Apa yang Terjadi di Dalam Met Gala?

Setelah sesi red carpet yang ikonik dan penuh jepretan kamera, para tamu akan masuk ke area galeri yang tertutup bagi media (kecuali Vogue). Di sana, mereka menikmati pameran karya seni, menyesap cocktail, dan mengikuti jamuan makan malam formal.

Uniknya, posisi duduk diatur sedemikian rupa agar tamu bisa bersosialisasi dengan orang baru, bahkan pasangan pun sengaja tidak diduduki bersebelahan untuk mendorong terciptanya kolaborasi baru di industri kreatif.

Rangkaian acara biasanya ditutup dengan after party yang lebih santai untuk berdansa.

Met Gala membuktikan bahwa perpaduan antara seni, amal, dan eksklusivitas mampu menciptakan fenomena budaya yang selalu dinanti setiap tahunnya.

Bagi para desainer dan selebriti, undangan ke acara ini adalah sebuah pencapaian tertinggi dalam karier mereka. Jadi, dari sekian banyak tema yang pernah diusung, mana yang menurut Cantiks paling ikonik?

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN