Mantan Istri Dituding Aniaya ART, Benarkah Andre Taulany Punya Sifat Serupa?

Ket. Andre Taulany (kiri) dan Erin Taulany (kanan)

Doc: Istimewa

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Nama Andre Taulany kembali terseret dalam polemik yang melibatkan mantan istrinya, Rien Wartia Trigina alias Erin. Seperti diketahui, Erin tengah menghadapi laporan dari mantan asisten rumah tangga (ART) bernama Hera terkait dugaan penganiayaan.

Situasi makin panas setelah Erin membalas laporan tersebut dengan tuduhan pencemaran nama baik. Drama hukum ini pun langsung menjadi sorotan publik dan ramai diperbincangkan di berbagai media.

Sayangnya, nama Andre ikut terbawa dalam berbagai pemberitaan yang mengaitkan dirinya dengan kasus tersebut. Hal itu rupanya membuat sang komedian merasa gerah.

Saat dimintai komentar oleh awak media, Andre menanggapi dengan nada kesal, meski tetap dibalut gaya khasnya yang santai dan diselingi celetukan. Ia menegaskan tidak memiliki keterkaitan dengan persoalan yang sedang berlangsung.

“Enggak usah tanya-tanya gue, enggak ada urusan sama gue. Gue enggak ada urusan sama dia, gue nggak ikut-ikutan,” ujar Andre tegas.

Tak berhenti di situ, Andre juga menyoroti penggunaan nama keluarganya yang masih sering dikaitkan dengan sang mantan istri. Ia bahkan menegaskan bahwa nama “Taulany” tidak seharusnya diseret dalam polemik tersebut.

“Please, kalau ada pemberitaan jangan bawa-bawa nama Taulany. Oke. Taulany itu isinya orang-orang baik, Ardio Taulany anak gue, Arkenzy Taulany anak gue, Arlova Taulany. Andre Taulany. Taulany TV,” ucapnya.

“Jadi kalau pemberitaan jangan bawa-bawa nama Taulany. Taulany itu predikat untuk orang-orang baik,” lanjutnya menegaskan.

Di tengah isu yang beredar, Andre juga ikut menyinggung soal perlakuan terhadap ART. Ia memastikan dirinya selalu memperlakukan para pekerjanya dengan baik dan tidak pernah melanggar hak mereka.

“Gue mah baik sama ART. ART-ART gue sayang semua. Nggak ada (gaji ditahan). Hak orang kok ditahan-tahan,” katanya.

Menutup pernyataannya, Andre mengajak semua pihak untuk menyelesaikan masalah dengan kepala dingin tanpa memperpanjang konflik. Ia menekankan pentingnya introspeksi dan saling memaafkan agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.

“Tabayyun, saling muhasabah diri, saling memaafkan, tidak boleh lagi terjadi lagi di kemudian hari. Gitu aja damai-damai aja hidup, enggak usah banyak-banyak drama, capek,” tutupnya.

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN