Sekilas Sama, Ternyata Berbeda: Cara Mudah Membedakan Anak Aktif dan Hiperaktif

Ket. Foto ilustrasi anak hyperaktif

Doc: Magnific.com

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Memahami perbedaan antara anak aktif dan anak hiperaktif sangat penting bagi orang tua maupun pendidik.

Sekilas, keduanya mungkin tampak sama karena sama-sama memiliki energi tinggi dan cenderung banyak bergerak.

Namun, jika diamati lebih dalam, terdapat perbedaan mendasar yang berkaitan dengan kemampuan fokus, pengendalian diri, serta dampaknya terhadap aktivitas sehari-hari.

Anak Aktif Serba Ingin Tahu

Anak aktif pada dasarnya menunjukkan perkembangan yang normal. Mereka memiliki rasa ingin tahu yang besar, suka bereksplorasi, dan penuh semangat dalam menjalani aktivitas.

Meskipun energik, anak aktif masih mampu berkonsentrasi ketika dibutuhkan. Misalnya, mereka bisa duduk cukup lama untuk menyusun puzzle, menggambar, atau mendengarkan cerita.

Ini menunjukkan bahwa kemampuan fokus mereka tetap terjaga, hanya saja mereka membutuhkan variasi aktivitas agar tidak cepat bosan.

Indikasi ADHD Pada Anak Hyperaktif

Sebaliknya, anak hiperaktif yang sering dikaitkan dengan kondisi ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder), mengalami kesulitan yang lebih kompleks.

Mereka tidak hanya aktif secara fisik, tetapi juga sulit mengendalikan perhatian dan perilaku. Anak hiperaktif cenderung mudah terdistraksi, bahkan oleh hal-hal kecil di sekitarnya. Akibatnya, mereka sering tidak menyelesaikan tugas yang sudah dimulai.

Dari sisi pengendalian diri, perbedaan ini juga terlihat jelas. Anak aktif masih dapat memahami aturan, seperti menunggu giliran atau mengikuti instruksi sederhana.

Mereka mungkin sesekali melanggar, tetapi masih bisa diarahkan kembali. Sementara itu, anak hiperaktif cenderung impulsif. Mereka sering bertindak tanpa berpikir, memotong pembicaraan, atau sulit duduk diam meskipun situasi menuntut ketenangan.

Tingkat Energi

Tingkat energi juga menjadi pembeda penting. Anak aktif umumnya akan merasa lelah setelah bermain dan membutuhkan waktu istirahat atau tidur.

Sebaliknya, anak hiperaktif sering tampak tidak pernah kehabisan energi. Mereka bisa terus bergerak tanpa henti dan bahkan mengalami kesulitan tidur, yang pada akhirnya memengaruhi kondisi fisik dan emosional mereka.

Dalam interaksi sosial, anak aktif biasanya dapat bermain dengan teman sebaya tanpa masalah berarti. Mereka mampu mengikuti aturan permainan dan bekerja sama.

Namun, anak hiperaktif sering mengalami kesulitan dalam hal ini. Perilaku impulsif atau kurangnya kontrol diri dapat membuat mereka terlihat mengganggu, bahkan kadang dianggap agresif oleh teman-temannya.

Respon Berbeda

Selain itu, respons terhadap instruksi juga menjadi indikator penting. Anak aktif mampu memahami dan menjalankan arahan dari orang tua atau guru.

Sementara itu, anak hiperaktif sering tampak tidak mendengar, padahal sebenarnya mereka kesulitan memproses informasi dan mempertahankan perhatian.

Dengan memahami perbedaan ini, orang tua dapat lebih bijak dalam menyikapi perilaku anak. Tidak semua anak yang aktif berarti hiperaktif. Observasi yang cermat dan, jika perlu, konsultasi dengan profesional dapat membantu memastikan anak mendapatkan dukungan yang tepat sesuai kebutuhannya.*

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN