Tingkah Jule dan Safrie Ramadhan Makin Panas: Singgung Dibungkus Didepan Anak, Kini Dihantam Cancel Culture

Kamis, 30 Apr 2026, 09:30 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Jule dan Safrie Ramadhan kini benar-benar berada di pusaran kontroversi. Setelah viral kolase foto dan video yang memicu kontroversi, kini muncul gelombang baru yang tak kalah panas, dorongan cancel culture dari netizen yang merasa geram dengan isu yang beredar.

Awalnya, perhatian publik tertuju pada potret Jule yang tertidur bersama anak-anak di ranjang. Sekilas, momen itu terlihat hangat dan wajar. Namun, keterangan bernada candaan seperti “beres nidurin anaknya, giliran nidurin emaknya” justru menimbulkan tafsir liar. 

Ket. Foto: Jule dan Safrie Ramadhan. — Sumber: Instagram

Banyak yang menilai kalimat tersebut tidak pantas, terlebih jika dikaitkan dengan konteks keluarga.

Di sisi lain, Safrie Ramadhan terlihat dalam momen berbeda bersama anak-anak, menampilkan sosok ayah yang ceria dan dekat. Namun, narasi yang berkembang di media sosial justru menyeretnya ke dalam perbandingan yang tajam, seolah memperlihatkan kontras antara figur orang tua di tengah isu yang memanas.

Kontroversi semakin menjadi saat potongan video bertuliskan “pov: kenalan di dugeman” dan “siang hari bolong dapet janda” ikut tersebar luas. 

Publik mulai mengaitkan potongan tersebut dengan kehidupan pribadi yang dianggap tidak mencerminkan nilai yang seharusnya dijaga, apalagi jika anak-anak berada di sekitar.

Puncaknya, istilah “dibungkussshhh” yang muncul dalam salah satu gambar langsung menyulut reaksi keras. 

Banyak netizen menilai kata tersebut mengarah pada hubungan yang terlalu intim untuk dipertontonkan, dan memperkuat dugaan ada perilaku yang dinilai melampaui batas.

Tak berhenti di situ, opini publik mulai bergerak ke arah yang lebih ekstrem. Sejumlah netizen secara terang-terangan menyerukan aksi cancel culture, mulai dari ajakan untuk memboikot, unfollow, hingga tidak lagi mendukung aktivitas yang berkaitan dengan nama Jule. 

Fenomena ini menunjukkan betapa cepatnya opini publik bisa berubah menjadi tekanan sosial yang besar di era digital.

Salah satu komentar yang ramai diperbincangkan bahkan menyebut, jika berada di posisi Safrie Ramadhan, ia akan membatasi akses anak-anak terhadap ibunya sendiri. 

Pernyataan ini memicu perdebatan panjang, karena menyentuh ranah sensitif antara hak orang tua, moralitas, dan perlindungan anak.

Namun, di tengah gelombang kritik, ada juga suara yang mengingatkan agar publik tidak terburu-buru menghakimi. Mereka menilai bahwa potongan gambar dan video bisa saja tidak merepresentasikan keseluruhan situasi yang sebenarnya. Cancel culture, jika dilakukan tanpa dasar yang jelas, justru bisa menjadi bentuk penghakiman sepihak.

Kasus ini kembali menjadi contoh nyata bagaimana media sosial dapat memperbesar sebuah isu dalam waktu singkat. Dari sekadar potongan momen, berkembang menjadi perdebatan moral, hingga berujung pada ancaman penghapusan sosial.

  • Jule
  • Safrie Ramadhan

Redaktur: Alfina Febriyana

Penulis: Alfina Febriyana

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.