Review The Devil Wears Prada 2: Ketika Majalah Mode Bertahan di Tengah Gempuran Digital

Ket. The Devil Wears Prada 2

Doc: Instagram

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Digitalisasi menjadi tantangan besar bagi Miranda Priestly dalam mempertahankan eksistensi majalah mode Runway. Pertemuannya kembali dengan Andy Sachs dalam The Devil Wears Prada 2 menjadi penentu masa depan media yang dipimpinnya di tengah perubahan industri.

Sutradara David Frankel kembali menghadirkan sekuel dari film legendaris The Devil Wears Prada setelah dua dekade. Film pertama sendiri merupakan adaptasi dari novel karya Lauren Weisberger.

Sekuel ini kembali dibintangi oleh deretan aktor ternama seperti Meryl Streep, Anne Hathaway, Emily Blunt, dan Stanley Tucci. Film ini mulai tayang di bioskop Indonesia pada 29 April 2026.

Sinopsis The Devil Wears Prada 2

Miranda Priestly menghadapi krisis besar setelah reputasi majalah Runway merosot akibat sebuah artikel kontroversial. Situasi ini membuat sejumlah merek fesyen ternama mempertimbangkan untuk menghentikan kerja sama iklan mereka.

Untuk menyelamatkan kondisi tersebut, Andy Sachs—mantan asisten Miranda yang kini berkarier sebagai jurnalis—dipanggil kembali. Ia diberi tanggung jawab untuk memulihkan citra Runway agar kepercayaan pengiklan kembali pulih.

Dalam upaya tersebut, Miranda bersama tangan kanannya, Nigel Kipling, mengajak Andy bernegosiasi dengan rumah mode Dior. Pertemuan ini mempertemukan Andy dengan Emily, mantan rekan kerjanya.

Reuni ini menjadi awal perjalanan penting Andy dalam menghidupkan kembali Runway di tengah era digital, sekaligus menghadapi kembali karakter Miranda yang dikenal tegas dan menakutkan.

Tantangan Media di Era Digital

Film ini mengambil latar 20 tahun setelah kisah pertama dan menampilkan Andy sebagai jurnalis yang lebih matang. Cerita menyoroti realitas industri media yang tengah menghadapi tekanan besar, termasuk pemutusan hubungan kerja yang terjadi secara sepihak.

Runway digambarkan sedang bertransformasi dari media cetak ke digital. Andy harus menyesuaikan diri dengan tuntutan baru, di mana kualitas tulisan saja tidak cukup, tetapi juga harus mampu menarik perhatian pembaca di platform digital.

Reuni Ikonik Miranda dan Andy

Dinamika antara Miranda dan Andy tetap menjadi daya tarik utama. Meski hubungan mereka berubah, interaksi keduanya masih kuat. Miranda kini terlihat mulai kehilangan pengaruh, sementara Andy tampil lebih dominan dalam berbagai situasi profesional.

Film ini juga menghadirkan unsur romansa dalam kehidupan Andy serta perkembangan karakter Emily yang turut berperan penting dalam alur cerita.

Cameo Fesyen dan Sentuhan Nostalgia

Film ini turut menghadirkan penampilan Lady Gaga dengan lagu “Runaway” yang menambah nuansa dramatis. Selain itu, desainer ternama Donatella Versace juga muncul sebagai cameo.

Meski berhasil menghadirkan nostalgia dan dinamika kuat, bagian akhir film dinilai kurang menggigit. Penutupnya terasa biasa untuk film yang telah lama dinantikan.

Bagi penonton baru, disarankan menonton film pertama yang kini tersedia di layanan streaming Disney Plus sebelum menyaksikan sekuelnya.

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN