Viral CCTV Kekerasan di Daycare Banda Aceh: Anak Dijewer hingga Dipukul Pengasuh

Rabu, 29 Apr 2026, 15:45 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Kasus dugaan kekerasan terhadap anak kembali mencoreng dunia pengasuhan, kali ini terjadi di sebuah tempat penitipan anak di kawasan Lamgugob.

Seorang anak yang dititipkan di daycare berinisial BPD diduga menjadi korban tindakan tidak layak dari pengasuh, yang bahkan terekam kamera pengawas (CCTV) dan menyebar luas di media sosial.

Ket. Foto: — Sumber: X/@zakiberita

Peristiwa tersebut diketahui terjadi pada 22 April 2026. Dalam rekaman yang beredar, terlihat seorang pengasuh melakukan tindakan kasar terhadap anak yang masih berada dalam usia rentan.

Anak tersebut tampak dijewer telinganya hingga menangis, lalu diperlakukan dengan cara yang jauh dari standar pengasuhan yang aman dan manusiawi. Tidak hanya itu, pengasuh juga terlihat melempar, menyeret, hingga memukul korban.

Rekaman itu memicu kemarahan publik setelah viral, terlebih karena tindakan kekerasan tidak hanya terjadi sekali. Dalam potongan video lainnya, terlihat anak tersebut juga mengalami perlakuan kasar berupa penjambakan rambut yang dilakukan berulang kali.

Adegan-adegan ini menimbulkan kekhawatiran besar tentang keamanan anak-anak yang dititipkan di fasilitas serupa.

Pemilik Daycare BPD, Husaini Jamil, mengakui bahwa insiden tersebut benar terjadi setelah pihaknya menerima laporan internal. Ia menyampaikan bahwa manajemen langsung melakukan investigasi terhadap kejadian tersebut untuk memastikan kebenaran informasi yang beredar.

Sebagai langkah awal, manajemen telah memberikan sanksi kepada tiga pegawai yang diduga terlibat dalam insiden tersebut. Meski tidak dijelaskan secara rinci bentuk sanksi yang diberikan, keputusan ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab sekaligus upaya menjaga kepercayaan publik.

Saat ini, kasus tersebut telah memasuki tahap penyelidikan oleh pihak kepolisian di Polresta Banda Aceh. Husaini mengungkapkan bahwa dirinya juga telah dimintai keterangan terkait peristiwa tersebut sebagai bagian dari proses hukum yang berjalan.

Kasus ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan ketat terhadap lembaga penitipan anak. Orang tua diharapkan lebih selektif dalam memilih daycare, sementara pengelola fasilitas harus memastikan standar keamanan dan kesejahteraan anak benar-benar diterapkan.

Di tengah meningkatnya kebutuhan layanan penitipan anak, insiden seperti ini menunjukkan bahwa aspek perlindungan anak tidak boleh diabaikan. Proses hukum yang berjalan diharapkan dapat memberikan keadilan bagi korban sekaligus efek jera bagi pelaku, agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.*

  • Kekerasan daycare Aceh

Redaktur: Weti Aprianti

Penulis: Weti Aprianti

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.