Catatan Kecelakaan Taksi Green SM: Dari Terobos Rel hingga Tabrak Warga, Publik Desak Evaluasi
Selasa, 28 Apr 2026, 15:30 WIBJAKARTA, KUCANTIK.COM - Serangkaian kecelakaan yang melibatkan taksi listrik kembali memicu kekhawatiran publik. Insiden terbaru terjadi pada 27 April 2026, ketika armada Green SM diduga mogok di perlintasan rel dan berujung tabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek serta KRL di kawasan Stasiun Bekasi Timur. Kejadian ini kembali membuka catatan panjang insiden serupa yang pernah terjadi sebelumnya.
Peristiwa tersebut bukan yang pertama. Dalam beberapa bulan terakhir, taksi listrik ini tercatat beberapa kali terlibat kecelakaan di berbagai lokasi. Rangkaian kejadian ini pun memicu pertanyaan besar terkait standar operasional, keselamatan, hingga kelayakan armada di jalan raya.
Salah satu insiden terjadi pada 31 Desember 2025. Saat itu, taksi nekat menerobos palang perlintasan yang sudah tertutup dan akhirnya tertabrak KRL yang melaju dari arah Kemayoran menuju Kampung Bandan. Benturan keras menyebabkan kendaraan mengalami kerusakan parah, meski pengemudi dilaporkan hanya mengalami luka ringan.
Beberapa bulan sebelumnya, tepatnya 6 Maret 2025, armada yang sama kembali terlibat kecelakaan setelah menabrak bus TransJakarta di kawasan Lenteng Agung, Jakarta Selatan. Berdasarkan laporan, insiden ini terjadi karena pengemudi dalam kondisi mengantuk. Tidak ada korban jiwa, namun kedua kendaraan mengalami kerusakan signifikan.
Tak berhenti di situ, pada 26 Februari 2025, kecelakaan lain terjadi ketika taksi tersebut menabrak seorang penjual nasi goreng di pinggir jalan. Benturan itu membuat kendaraan terperosok hingga masuk ke dalam parit. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kejadian ini kembali menambah daftar panjang insiden yang melibatkan armada tersebut.
Rentetan peristiwa ini memicu reaksi keras dari masyarakat. Di media sosial, banyak warganet mempertanyakan sistem keamanan dan pengawasan dari penyedia layanan. Mereka menilai perlu ada evaluasi menyeluruh, baik dari sisi teknis kendaraan maupun kualitas pengemudi.
Desakan untuk melakukan pembenahan pun semakin menguat. Beberapa pihak menilai bahwa kejadian berulang ini tidak bisa dianggap sebagai kebetulan semata, melainkan indikasi adanya masalah sistemik yang harus segera ditangani. Mulai dari pelatihan pengemudi, pemeriksaan kondisi kendaraan, hingga kepatuhan terhadap aturan lalu lintas menjadi aspek yang dinilai perlu diperketat.
Kasus ini menjadi pengingat inovasi transportasi, termasuk penggunaan kendaraan listrik, tetap harus diiringi dengan standar keselamatan yang tinggi. Tanpa pengawasan dan evaluasi yang serius, risiko di jalan raya tidak hanya membahayakan penumpang, tetapi juga pengguna jalan lainnya.
- kecelakaan krl
- kronologi kecelakaan krl bekasi
Redaktur: Alfina Febriyana
Penulis: Alfina Febriyana
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.