Dalang di Balik Skandal Daycare Little Aresha Jogja: Struktur Organisasi Terbongkar, Jejak Digital Hilang Bikin Curiga
JAKARTA, KUCANTIK.COM - Kasus dugaan kekerasan anak di Daycare Little Aresha, Sorosutan, Umbulharjo, Kota Yogyakarta, kini memasuki babak yang semakin panas dan penuh misteri.
Setelah penggerebekan aparat kepolisian pada Jumat (24/4/2026), perhatian publik tidak hanya tertuju pada dugaan kekerasan yang terjadi, tetapi juga pada sosok di balik operasional daycare tersebut.
Pertanyaan besar mulai bermunculan, siapa sebenarnya pemilik dan pengelola Little Aresha? Mengapa identitas mereka masih belum terungkap secara resmi? Yang paling mengundang kecurigaan, mengapa jejak digital lembaga ini tiba-tiba menghilang?
Profil Daycare yang Dulunya Terlihat Ideal
Sebelum kasus ini mencuat, Little Aresha dikenal sebagai lembaga pendidikan anak usia dini yang menawarkan berbagai program, mulai dari playgroup (PG), taman kanak-kanak (TK), hingga layanan daycare.
Konsep yang diusung pun terdengar meyakinkan, kurikulum inovatif dan holistik yang diklaim mampu mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Fasilitas yang ditawarkan juga terbilang lengkap. Mulai dari ruang bermain indoor dan outdoor, ruang tidur ber AC, ruang kelas edukatif, hingga layanan konsultasi perkembangan anak dan kunjungan dokter berkala. Bahkan, sistem pembelajaran disebut mengadopsi tiga bahasa, Indonesia, Inggris, dan Jawa.
Dengan jam operasional dari pagi hingga sore, daycare ini menjadi pilihan banyak orang tua yang membutuhkan tempat penitipan anak yang fleksibel dan terlihat profesional.
Namun kini, citra tersebut runtuh seketika seiring terungkapnya dugaan kasus kekerasan yang mengejutkan publik.
Struktur Organisasi Terbongkar
Rekomendasi juga buat kamu:
Di tengah derasnya arus informasi, warganet mulai menggali lebih dalam mengenai struktur organisasi di balik Little Aresha. Sejumlah nama pun beredar luas di media sosial, meski belum ada satu pun yang dikonfirmasi secara resmi.
Salah satu nama yang ramai diperbincangkan adalah Diyah Kusumastuti, yang disebut-sebut sebagai pemilik atau Ketua Yayasan. Selain itu, nama Dr. Cahyaningrum Dewojati, M.Hum juga ikut terseret dan dikaitkan sebagai penasehat yayasan.
Namun, hingga kini semua informasi tersebut masih sebatas dugaan. Tidak ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian yang membenarkan ataupun membantah keterlibatan nama-nama tersebut.
Situasi ini memperlihatkan bagaimana spekulasi dapat berkembang liar di tengah minimnya informasi valid.

Dok. Istimewa
Struktur Organisasi Little Aresha
Pimpinan dan Manajemen Yayasan
Ketua Dewan Pembina Yayasan: Rafid Ihsan Lubis, S.H.
Penasehat Yayasan: Dr. Cahyaningrum Dewojati, M.Hum.
Ketua Yayasan: Diyah Kusumastuti, S.E.
Bendahara Yayasan: Filda Kamila
Sekretaris Yayasan: Wong Nga Liem, S.H.
Tim Profesi Kesehatan: dr. Ferayanti Widyaningsih
Kepala Sekolah: Anita Palupy Indahsari, S.Pd.
Penanggungjawab Kurikulum: Sri Rukmini
Admin Sekolah: Wijayanti Puspita Rini, S.E.
Dina Dwi Septiyani, S.I.P.
Tim Kependidikan
Guru TK
Miss Tya
Miss Nita
Miss Ana
Guru Daycare
Miss Sara
Miss Mifta
Miss Rema
Miss Yulia
Miss Silka
Miss Heny
Miss Hema
Miss Tami
Miss Evi
Miss Fatim
Miss Thalia
Miss Yaya
Miss Zikrul
Miss Ida
Miss Nanda
Tim Kesehatan, Umum dan Keamanan
Tim Kependidikan dan Kesehatan
Perawat: Sri Rejeki, A.Md. Kep.
Perawat: Cintia Kurnia Kumalasari, S.Kep.
Perawat: Puspita Anggraini
Bidan: Listiarini, A.Md. Keb.
Perawat: Saffa Putri Utami
Tim Bagian Umum
Kerumahtanggaan: Wuri Utami
Kerumahtanggaan: Riani Farmasis
Tim Bagian Keamanan
Security: Arif Muhaimin
Jejak Digital Mendadak Hilang
Yang semakin memperkeruh suasana adalah hilangnya sejumlah akun digital milik Daycare Little Aresha. Akun Instagram, Facebook, Google Maps, hingga situs web resmi dilaporkan tidak lagi dapat diakses.
Hilangnya jejak digital ini memicu berbagai spekulasi di kalangan publik. Ada yang menduga akun tersebut sengaja dihapus, sementara yang lain mempertanyakan apakah ada faktor lain di baliknya.
Kondisi ini justru membuat rasa penasaran semakin memuncak, sekaligus menambah kesan misterius di balik kasus yang sedang berlangsung.
Bahaya Informasi Tak Terverifikasi
Di sisi lain, maraknya penyebaran nama dan informasi yang belum terkonfirmasi juga menimbulkan risiko serius, termasuk praktik doxing atau penyebaran data pribadi tanpa dasar yang jelas.
Dalam kasus sensitif seperti dugaan kekerasan anak, emosi publik memang mudah tersulut. Namun, penyebaran informasi yang tidak akurat justru berpotensi merugikan pihak yang belum tentu terlibat.
Karena itu, masyarakat diimbau untuk tetap bijak dan menunggu hasil resmi dari pihak berwenang.
Penyelidikan Masih Berjalan
Pihak kepolisian melalui Polresta Yogyakarta menegaskan proses penyelidikan masih terus berlangsung. Lokasi daycare telah dipasangi garis polisi, dan berbagai bukti tengah dikumpulkan untuk mengungkap fakta sebenarnya.
Dugaan tindak pidana yang diselidiki mencakup kekerasan terhadap anak, penelantaran, hingga perlakuan diskriminatif.
Komentar (0)
Belum ada komentar untuk Dalang di Balik Skandal Daycare Little Aresha Jogja: Struktur Organisasi Terbongkar, Jejak Digital Hilang Bikin Curiga .
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!