Chanel Fall Winter 2026/2027: Visi Modern Matthieu Blazy Ubah Warisan Klasik Jadi Simbol Kebebasan Baru
Kamis, 23 Apr 2026, 15:30 WIBJAKARTA, KUCANTIK.COM - Rumah mode legendaris Chanel kembali mencuri perhatian lewat peragaan ready to wear Fall Winter 2026/2027 yang digelar megah di Grand Palais. Bangunan ikonik dengan atap kaca dan rangka baja khas abad ke 19 ini menjadi latar dramatis yang dipadukan secara tak biasa dengan instalasi tower crane berwarna cerah. Kehadiran elemen konstruksi tersebut bukan sekadar dekorasi, melainkan simbol dari visi Matthieu Blazy yang melihat kreativitas sebagai proses yang terus berkembang, sebuah work in progress tanpa henti.
Ketika malam mulai menyelimuti Paris, cahaya dari crane-crane tersebut menciptakan suasana futuristik di sepanjang runway yang berkelok di antara para tamu. Pertunjukan dibuka dengan tampilan klasik, setelan dua potong hitam khas Chanel dengan rok selutut. Namun, sentuhan knitwear menghadirkan dimensi baru yang lebih modern, membuktikan warisan lama dapat terus hidup dalam interpretasi segar.

Dok. Courtesy of Chanel
Sepanjang koleksi, Matthieu Blazy menghadirkan berbagai variasi setelan tweed dengan potongan yang beragam, mulai dari siluet pendek hingga panjang yang semuanya menonjolkan garis tubuh ramping dan elegan. Modernitas yang Matthieu Blazy tawarkan terasa halus namun kuat, berakar dari semangat Gabrielle Chanel yang dahulu merevolusi busana wanita dengan mengadopsi elemen maskulin dan menekankan kesederhanaan yang berkelas.
Koleksi ini menjadi jembatan lintas era, menghubungkan estetika 1920an hingga 1960an dalam satu narasi yang kohesif. Permainan layering menjadi benang merah utama, kemeja, cardigan, dan jaket berpadu dalam harmoni yang menciptakan tampilan chic kontemporer. Gaya ini tidak hanya memancarkan elegansi, tetapi juga menghadirkan kenyamanan sebagai bagian penting dari identitas modern.

Dok. Courtesy of Chanel
Nuansa effortless terlihat jelas dalam styling, seperti kemeja berkilau yang dikenakan secara santai di atas setelan senada. Tweed khas Chanel pun mengalami transformasi, tampil dalam warna-warna lebih cerah dengan material ringan seperti lurex dan kain kasa yang lembut. Sentuhan ini memberikan kesan segar tanpa meninggalkan akar klasiknya.
Eksplorasi era 1920an kembali dihidupkan melalui potongan low waist yang menjadi simbol awal kebebasan berpakaian bagi perempuan. Rok dan gaun lurus dengan proporsi presisi tampil anggun dengan material yang mengalir mengikuti gerak tubuh. Permainan ilusi optik pada siluet diperkuat dengan penggunaan sabuk, menciptakan keseimbangan antara kesan playful dan elegan yang santai.

Dok. Courtesy of Chanel
Pertunjukan ditutup dengan gaun sutra hitam berpotongan punggung terbuka, dihiasi detail bulu yang dramatis. Penutup ini terasa simbolis, seolah mengulang awal pertunjukan dengan warna hitam sebagai benang siklus kreativitas yang terus berputar.
Melalui koleksi ini, Matthieu Blazy tidak hanya merayakan kutipan ikonik Gabrielle Chanel tentang transformasi, âfashion is both caterpillar and butterflyâ, tetapi juga menghadirkannya dalam konteks masa kini.
Matthieu Blazy menegaskan Chanel adalah tentang kebebasan, kebebasan untuk berubah, berevolusi, dan menjadi diri sendiri tanpa batasan. Sebuah visi modern yang halus, namun menggema kuat di dunia mode global.
- Chanel
- Matthieu Blazy
Redaktur: Alfina Febriyana
Penulis: Alfina Febriyana
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.