Purbaya Yakinkan Investor Global, Kebijakan Fiskal RI Sudah di Jalur yang Benar

Rabu, 15 Apr 2026, 09:55 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Dalam pertemuan dengan para investor global di New York dan Washington DC, Amerika Serikat, Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa berupaya meyakinkan mereka soal ketahanan fundemental makroekonomi serta strategi fiskal Indonesia.

“Pada dasarnya kita jelaskan kondisi ekonomi dan strategi fiskal kita ke depan, jadi mereka yakin bahwa gerakan atau kebijakan fiskal kita sudah pada arah yang benar,” kata Purbaya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (14/4).

Ket. Foto: Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di antara para investor global di New York — Sumber: istimewa

Sejumlah investor yang hadir di antaranya HSBC Global Asset Management, Lazard AM, Blackrock, Lord Abbett, dan TD Asset Management.

Menkeu menyebut para investor global tersebut berminat untuk menaruh modal di Indonesia, namun mereka ingin memastikan kondisi terkini soal kenyamanan berinvestasi.

Oleh sebab itu, Purbaya menjelaskan kebijakan fundamental Indonesia untuk memberikan jaminan kepada investor bahwa Indonesia memiliki lanskap ekonomi yang baik untuk menjadi sasaran investasi.

“Jadi mereka (investor) nggak ragu, cuma mereka dengar ada noise bahwa fiskal kita bermasalah, mereka memastikan bahwa itu tidak benar,” kata Menkeu.

Purbaya mengaku juga mendapat masukan yang positif agar pemerintah Indonesia memperbaiki komunikasi dengan investor AS, mengingat fondasi makroekonomi RI dianggap sudah sangat baik.

Bendahara negara juga menyampaikan bahwa para investor memiliki keyakinan bahwa arah kebijakan fiskal Indonesia bergerak ke arah yang benar. Menurutnya, para investor beranggapan bahwa penilaian lembaga pemeringkat internasional terlalu dini.

“Seperti pemberian outlook yang negatif, di mana perubahan tersebut dilakukan ketika data ekonomi terkini belum terlalu lengkap,” tambahnya.

Untuk meyakinkan investor menaruh modal di dalam negeri, Menkeu menjelaskan bahwa ekonomi harus terus tumbuh sesuai dengan target di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Dalam konteks itu, pertumbuhan ekonomi pada kuartal I-2026 diperkirakan bakal berkisar 5,5 persen. Bila pertumbuhan yang kuat bisa berlanjut pada kuartal II, Purbaya yakin para investor lebih yakin untuk memperbesar investasinya di Indonesia.

“Jadi kita fokus memastikan bahwa kebijakan kita benar, implementasinya kita sesuai dengan desain yang kita buat,” tuturnya.

Memiliki Fleksibilitas

Dosen Magister Ekonomi Terapan, Unika Atma Jaya, YB. Suhartoko yang diminta tanggapannya mengatakan, kesehatan fiskal (anggaran pemerintah yang sehat, defisit rendah, utang terkendali) berdampak positif bagi investasi dengan meningkatkan kepercayaan investor.

Fiskal yang sehat menstabilkan ekonomi, mengurangi risiko suku bunga tinggi, dan memberi ruang untuk insentif pajak. Sebaliknya, fiskal yang tidak sehat (defisit tinggi) memicu inflasi, menurunkan minat investasi.

Pemerintah dengan fiskal yang sehat memiliki fleksibilitas untuk memberikan insentif fiskal, seperti pengurangan pajak atau subsidi, yang secara langsung dapat mendorong peningkatan investasi, terutama di sektor produktif.

Fiskal yang sehat mencegah pemerintah melakukan utang berlebihan, sehingga mengurangi tekanan kenaikan suku bunga. Suku bunga yang stabil dan rendah menurunkan biaya modal (cost of capital) bagi investor.

“Kesehatan fiskal yang baik memungkinkan pemerintah membiayai proyek infrastruktur,”ungkap Suhartoko.

Hal yang harus dibuktikan kepada calon investor asing jelasnya adalah pernyataan mengenai kesehatan fiskal harus benar adanya, sekali tidak benar pernyataan pemerintah akan berakibat turunnya kredibilitas pemerintah dan menururunkan kepercayaan asing kepada pemerintah.

Menarik investor bukan sekedar jaminan kesehatan fiskal, tetapi masalah klasik yang sampai saat ini masih menjadi persoalan adalah penyediaan lahan secara cepat, proses perijinan yang pasti, keamanan berusaha dan tersedianya tenaga kerja trampil lokal yang dibutuhkan investor.

Sementara rekannya, Guru Besar Fakultas Bisnis dan Ekonomika Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Aloysius Gunadi Brata, menilai upaya pemerintah meyakinkan investor global terkait arah kebijakan fiskal merupakan langkah yang penting untuk memulihkan kepercayaan pasar.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa klaim investor telah yakin terhadap kebijakan fiskal Indonesia tidak bisa langsung diterima tanpa verifikasi yang jelas.

“Klaim bahwa investor langsung menjadi yakin agaknya sulit untuk diterima begitu saja. Dalam forum global seperti ini, investor biasanya lebih pada posisi mendengar dan bertanya,” kata Aloysius, Selasa (14/4).

Menurutnya, pernyataan tersebut akan lebih kredibel apabila disertai konfirmasi langsung dari para investor global, misalnya melalui pernyataan bersama atau sikap resmi dari lembaga investasi yang hadir dalam forum tersebut.

Lebih lanjut, Aloysius menekankan bahwa isu utama yang menjadi perhatian investor saat ini adalah stabilitas fiskal, terutama terkait kekhawatiran defisit anggaran yang berpotensi mendekati atau melampaui batas 3 persen. Ia menilai kondisi tersebut dapat ditafsirkan sebagai refleksi dari inkonsistensi kebijakan pemerintah dalam menjaga disiplin fiskal.

“Pergerakan defisit yang mendekati 3 persen dapat ditafsirkan sebagai refleksi dari ketidakkonsistenan kebijakan pemerintah dalam menjaga disiplin fiskal,” katanya.

Kenyamanan berinvestasi tambahnya tidak hanya ditentukan oleh faktor fiskal semata, tetapi juga sangat bergantung pada kepastian hukum serta konsistensi kebijakan pemerintah secara keseluruhan.ers/YK/E-9

  • pemulihan ekonomi

Redaktur: Diapari S

Penulis: Diapari S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.