Viral Batita 1,3 Tahun Kena Hipotermia di Gunung Ungaran, Ini Bahaya Nyata Mengintai Anak Saat Mendaki

Senin, 13 Apr 2026, 20:15 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Peristiwa viral yang terjadi di Gunung Ungaran kembali mengingatkan publik tentang bahaya hipotermia, terutama pada anak usia sangat dini.

Seorang batita berusia 1,5 tahun dilaporkan mengalami penurunan suhu tubuh drastis setelah terjebak hujan deras di jalur pendakian.

Ket. Foto: foto ilustrasi hipotermia — Sumber: Freepik.com

Beruntung, tim SAR yang sedang bersiaga di lokasi segera memberikan pertolongan sehingga kondisinya dapat distabilkan.

Bahaya Serius Hipotermia

Hipotermia sendiri merupakan kondisi medis ketika suhu tubuh turun di bawah 35 derajat Celsius. Dalam situasi ini, tubuh kehilangan panas lebih cepat dibandingkan kemampuannya untuk memproduksi panas.

Akibatnya, fungsi organ vital seperti jantung, otak, dan sistem pernapasan dapat terganggu. Kondisi ini bukan sekadar kedinginan biasa, melainkan keadaan darurat yang membutuhkan penanganan cepat.

Pada bayi dan anak kecil, risiko hipotermia jauh lebih tinggi dibandingkan orang dewasa. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor biologis.

Tubuh anak memiliki cadangan lemak yang lebih sedikit sehingga tidak mampu menyimpan panas dalam waktu lama. Selain itu, mereka belum mampu menggigil secara efektif, padahal menggigil adalah mekanisme alami tubuh untuk menghasilkan panas.

Ditambah lagi, anak usia 1,5 tahun belum bisa mengungkapkan apa yang dirasakan selain melalui tangisan, sehingga gejala awal sering terlambat disadari.

Gejala

Gejala hipotermia pada anak bisa muncul dengan cepat dan sering kali tidak disadari. Tanda-tandanya meliputi tubuh yang terasa dingin saat disentuh, kulit pucat atau kebiruan, tangisan terus-menerus atau justru menjadi lemas, hingga mengantuk berlebihan.

Dalam kondisi yang lebih serius, anak bisa mengalami penurunan kesadaran dan gangguan pernapasan.

Lingkungan pegunungan menjadi faktor yang sangat memperbesar risiko. Suhu udara di ketinggian cenderung lebih rendah, ditambah angin yang dapat mempercepat hilangnya panas tubuh.

Ketika hujan turun, pakaian yang basah membuat panas tubuh hilang jauh lebih cepat. Kombinasi dingin, angin, dan basah inilah yang menjadi pemicu utama hipotermia, bahkan pada orang dewasa sekalipun.

Dalam kasus di Gunung Ungaran, hujan deras yang datang tiba-tiba menjadi faktor kunci. Batita tersebut tidak memiliki perlindungan tubuh yang memadai untuk menghadapi kondisi ekstrem tersebut.

Situasi ini menunjukkan bahwa pendakian bukanlah aktivitas yang aman bagi anak usia sangat dini, terutama jika dilakukan tanpa persiapan matang.

Penanganan

Penanganan pertama pada hipotermia harus dilakukan secepat mungkin. Langkah penting meliputi memindahkan korban ke tempat yang kering dan terlindung, mengganti pakaian basah, serta menghangatkan tubuh menggunakan selimut atau pakaian tebal.

Jika korban masih sadar, minuman hangat juga dapat membantu meningkatkan suhu tubuh secara perlahan.

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bahwa keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam setiap aktivitas luar ruang.

Membawa anak kecil ke lingkungan ekstrem seperti gunung bukan hanya soal kesiapan fisik, tetapi juga tentang memahami risiko yang bisa terjadi kapan saja.*

  • bahaya hipotermia

Redaktur: Weti Aprianti

Penulis: Weti Aprianti

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.