- Home
-
- Entertainment
-
- Alasan Jule Tetap Banjir...
Alasan Jule Tetap Banjir Pujian Meski Suka Selingkuh, Na Daehoon Kini Tertinggal?
Senin, 13 Apr 2026, 06:00 WIBJAKARTA, KUCANTIK.COM - Publik dibuat heran dengan kontras mencolok antara popularitas Julia Prastini alias Jule dan meredupnya konten milik Na Daehoon. Di tengah badai isu perselingkuhan yang sempat menyeret Jule, video joget sederhana miliknya justru melesat hingga jutaan penonton.Â
Sebaliknya, Daehoon yang tak tersandung kontroversi serupa, dan malah menjadi korban perselingkuhan Jule malah terlihat tertinggal jauh dari segi engagement.
Kesenjangan ini bukan sekadar soal angka, tapi memicu pertanyaan besar, apakah budaya cancel atau cancel culture benar-benar berlaku di Indonesia, atau hanya sekadar wacana tanpa dampak nyata?
Perdebatan ini makin ramai setelah seorang pengguna di platform X menyoroti fenomena tersebut. Cuitannya yang mempertanyakan arah dukungan netizen langsung viral dan memancing ribuan reaksi. Banyak yang mulai mempertanyakan konsistensi publik dalam menyikapi figur kontroversial.
Di satu sisi, kolom komentar dipenuhi kecaman terhadap dugaan tindakan tidak etis. Namun di sisi lain, angka views justru berkata sebaliknya, konten Jule tetap laris manis. Paradoks ini memperlihatkan jurang antara opini dan aksi nyata pengguna media sosial.
Isu pun berkembang lebih luas. Banyak yang menilai cancel culture di Indonesia memang sulit diterapkan secara konsisten. Berbeda dengan di beberapa negara lain, yang mana figur publik bisa benar-benar tenggelam akibat kontroversi, di Indonesia popularitas justru kerap bertahan bahkan meningkat setelah skandal mencuat.
Salah satu faktor yang disorot adalah pola konsumsi konten. Tak sedikit netizen yang mengaku tetap menonton bukan karena mendukung, melainkan karena rasa penasaran.Â
Kontroversi, alih-alih menjatuhkan, justru menjadi bahan bakar yang mendorong algoritma untuk menyebarkan konten lebih luas.
Nama Jule sendiri sempat ramai diperbincangkan setelah diduga terlibat hubungan dengan Safrie Ramadhan. Namun, alih-alih meredup, eksposur terhadap dirinya justru semakin tinggi.Â
Video joget yang Jule unggah terus menuai jutaan views, memperkuat anggapan kontroversi bisa menjadi pedang bermata dua, merugikan secara citra, tapi menguntungkan secara visibilitas.
Sementara itu, Daehoon justru menjadi korban tak terlihat dari dinamika ini. Tanpa sensasi atau drama, kontennya tenggelam di tengah banjir perhatian terhadap figur yang lebih kontroversial.
Fenomena ini menegaskan di era digital, perhatian adalah mata uang utama. Entah karena dukungan, kritik, atau sekadar rasa ingin tahu, semua interaksi tetap berkontribusi pada popularitas.
Akhirnya, muncul pertanyaan yang lebih dalam, apakah netizen benar-benar ingin menghukum figur publik yang bermasalah, atau tanpa sadar justru ikut melanggengkan popularitas mereka?
Jika jawabannya adalah yang kedua, maka, cancel culture di Indonesia mungkin belum mati tapi juga belum benar-benar hidup.
- Julia Prastini
- Jule
Redaktur: Alfina Febriyana
Penulis: Alfina Febriyana
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.