Cancel Culture Gagal? Video Joget Jule Meledak, Konten Daehoon Justru Sepi

Ket. Video joget Jule viral

Doc: X/@raniacalista_

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Perbedaan jumlah penonton di media sosial kembali memantik perdebatan publik.

Kali ini, sorotan tertuju pada video joget-joget milik Jule yang berhasil menembus jutaan views, sementara konten dari Daehoon justru tertinggal jauh.

Ketimpangan ini memicu diskusi hangat, terutama terkait efektivitas cancel culture di Indonesia yang dinilai belum benar-benar berjalan.

Perbincangan ini semakin ramai setelah sebuah akun di platform X, @raniacalista_, menyoroti hal tersebut.

“Ini kalian pada gak salah support kah?? View jule lebih banyak dari daehoon. Cancel culture di indo emang gak berlaku yaah.”

Cuitan tersebut langsung menarik perhatian warganet dan menuai berbagai respons, mulai dari dukungan hingga kritik.

Banyak pengguna media sosial mempertanyakan mengapa konten hiburan ringan seperti joget-joget justru mendapatkan perhatian lebih besar dibandingkan konten lain yang mungkin dianggap lebih berkualitas atau layak didukung. 

Cancel Culture Susah Diterapkan

Isu ini kemudian berkembang menjadi diskusi yang lebih luas tentang budaya cancel atau cancel culture di Indonesia. Di beberapa negara, cancel culture kerap menjadi alat sosial untuk menghukum figur publik yang dianggap bermasalah.

Namun di Indonesia, penerapannya sering dinilai tidak konsisten. Seseorang bisa saja menuai kritik keras dalam waktu singkat, tetapi popularitasnya tetap tinggi atau bahkan meningkat setelahnya.

Meski ada suara-suara yang mengajak untuk tidak mendukung pihak tertentu, angka views justru menunjukkan arah sebaliknya. Hal ini memunculkan pertanyaan, apakah warganet benar-benar peduli dengan isu yang sedang dibicarakan, atau hanya mengikuti arus hiburan semata?

Diketahui jika Julia Prastini alisa Jule sebelumnya menjadi perbincangan karena diduga berselingkuh dengan petinju Safrie Ramadhan.

Namun menariknya, kontroversi ini justru tidak berdampak signifikan terhadap performa konten Jule. Video joget-jogetnya tetap meraih jutaan views, bahkan di tengah gelombang kritik yang muncul.

Hal ini kembali memunculkan paradoks dalam perilaku pengguna media sosial:,antara kecaman di kolom komentar dan tindakan nyata dalam bentuk konsumsi konten.

Sebagian netizen menilai bahwa perhatian besar terhadap Jule bisa jadi bukan bentuk dukungan, melainkan rasa penasaran terhadap sosok yang sedang kontroversial.

Di sisi lain, ada juga yang terang-terangan mengabaikan isu tersebut dan tetap menikmati kontennya sebagai hiburan semata.

Situasi ini semakin menguatkan anggapan bahwa cancel culture di Indonesia masih lemah dan tidak konsisten.

Isu serius seperti dugaan perselingkuhan pun belum tentu berdampak langsung pada popularitas seseorang di dunia digital.*

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN