7 Kebiasaan yang Merusak Kesehatan Mental, Kenali Tandanya Sebelum Terlambat!

Jum'at, 10 Apr 2026, 12:00 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Waspadai tujuh kebiasaan yang diam-diam merusak kesehatan mental Anda tanpa disadari. 

Mulai dari kebiasaan kurang tidur yang mengganggu kestabilan emosi hingga bahaya doomscrolling dan overthinking, pola hidup sehari-hari sangat berpengaruh pada psikologis.

Ket. Foto: Ilustrasi seorang pria sedang stress. — Sumber: freepik.com

Simak ulasan lengkap mengenai kebiasaan buruk bagi kesehatan mental dan cara memperbaikinya untuk hidup yang lebih tenang dan bahagia.

1. Kurang Tidur: Fondasi Emosi yang Terganggu

Tidur bukan sekadar aktivitas mengistirahatkan fisik, melainkan proses "reset" alami bagi otak.

Penelitian dari Harvard Medical School mengungkapkan bahwa kurang tidur (sleep deprivation) berkaitan erat dengan risiko gangguan suasana hati, seperti kecemasan dan depresi. Tanpa waktu istirahat yang cukup, otak akan kesulitan memproses emosi secara stabil.

2. Menjebak Diri dalam Perbandingan Sosial

Media sosial sering kali menjadi panggung "versi terbaik" hidup seseorang. Kebiasaan membandingkan pencapaian diri dengan apa yang terlihat di layar dapat merusak persepsi diri.

Hal ini memicu rasa tidak cukup, insecure, dan perlahan mengikis rasa syukur atas apa yang sebenarnya telah kita capai.

3. Terjebak dalam Labirin Overthinking

Dalam psikologi, terus-menerus memutar masalah tanpa solusi disebut sebagai ruminasi.

Kebiasaan ini sering kali dibarengi dengan distorsi kognitif, pola pikir tidak rasional yang membuat sebuah masalah terasa jauh lebih buruk dari kenyataan aslinya. Jika tidak dihentikan, hal ini bisa sangat menguras energi mental.

4. Terpaku pada Doomscrolling

Menghabiskan waktu berjam-jam menggulir layar ponsel tanpa tujuan, terutama saat terpapar konten negatif, dikenal dengan istilah doomscrolling.

Kebiasaan ini menyebabkan otak mengalami overstimulasi dan kelelahan informasi. Akibatnya, pikiran menjadi sulit tenang, mudah cemas, dan kualitas tidur pun menurun.

5. Mengabaikan Istirahat Mental dan Terlalu Perfeksionis

Terus menyibukkan diri tanpa memberi jeda membuat sistem saraf tetap aktif tanpa waktu untuk memproses emosi. Jika dibarengi dengan kritik berlebihan terhadap diri sendiri, tekanan batin akan semakin menumpuk.

Tanpa adanya self-compassion (belas kasih pada diri sendiri), seseorang akan lebih cepat mengalami kelelahan emosional atau burnout.

6. Memendam Emosi Sendirian

Meskipun tidak disebutkan secara eksplisit dalam daftar awal, kebiasaan menahan perasaan tanpa menyalurkannya secara sehat, baik melalui tulisan maupun bercerita, juga menjadi beban mental yang berat. Mengakui perasaan adalah langkah awal menuju pemulihan.

7. Mengabaikan Batasan Diri (Boundaries)

Sulit berkata "tidak" pada tuntutan orang lain sering kali mengorbankan waktu istirahat dan kebutuhan pribadi. Kebiasaan ini secara perlahan akan menimbulkan kebencian pada rutinitas dan kelelahan mental yang kronis.

Menjaga kesehatan mental adalah perjalanan panjang yang dimulai dari langkah-langkah kecil setiap hari.

Dengan mengenali dan mulai membatasi kebiasaan yang merugikan, Anda memberikan ruang bagi diri sendiri untuk tumbuh lebih kuat secara emosional.

Jadi, kebiasaan mana yang akan mulai Anda perbaiki hari ini demi ketenangan pikiran yang lebih baik?

  • Kesehatan Mental
  • Mental Health Tips

Redaktur: Sarah Ramadhani

Penulis: Sarah Ramadhani

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.