Supaya Bermanfaat untuk Masa Depan, Arah Kebijakan Investasi Energi Surya Harus Jelas

Senin, 20 Jul 2026, 08:10 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Chief Executive Officer Institute for Essential Services Reform (IESR), Fabby Tumiwa menilai kepastian mengenai arah kebijakan pemerintah menjadi faktor penentu untuk mempercepat investasi energi surya di Indonesia. Sebab keputusan investasi dari investor tidak hanya berdasarkan pada besarnya potensi energi surya, tapi juga kepastian regulasi, proyek yang layak dibiayai, risiko yang dapat dikelola, serta tingkat pengembalian investasi yang kompetitif dalam jangka panjang.

“Investasi pembangkit energi surya perlu berjalan bersama dengan pembangunan transmisi, interkoneksi, digitalisasi jaringan dan sistem penyimpanan energi. Keberhasilan pengembangan energi surya tidak hanya ditentukan oleh besarnya kapasitas pembangkit yang dibangun, tetapi juga oleh kemampuan jaringan listrik untuk menampung dan memanfaatkan listrik yang dihasilkan,” papar Fabby dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Sabtu.

Ket. Foto: — Sumber: Dok. Istimewa

Ia mengatakan kepastian kebijakan harus diwujudkan melalui target pengembangan yang konsisten, disertai informasi yang transparan mengenai jadwal pelaksanaan proyek, lokasi pembangunan, serta kapasitas yang akan dibangun setiap tahun.

 Kepastian yang diterjemahkan ke dalam pipeline project yang kredibel tersebut memberikan sinyal bahwa iklim investasi Indonesia stabil sekaligus memungkinkan investor menyiapkan pendanaan, rantai pasok dan kebutuhan tenaga kerja sejak dini.

IESR menilai tersedianya proyek-proyek yang bankable serta dukungan instrumen pembiayaan yang menarik, seperti concessional loan dan blended finance menarik investor untuk memanfaatkan potensi energi surya.

Selain itu, proses pengadaan yang efisien dengan kejelasan kontrak, pembagian risiko yang adil, serta mekanisme jual beli listrik juga memberikan kepastian bagi pengembang. Dalam Indonesia Solar Summit (ISS ) 2026, IESR juga memaparkan hasil kajian mengenai potensi pembangkit listrik tenaga surya terapung. Kajian tersebut menunjukkan Indonesia memiliki potensi PLTS terapung yang layak secara finansial mencapai 77,8 GW di 179 lokasi, terdiri atas 42,5 GW PLTS terapung di waduk dan danau serta 35,3 GW PLTS terapung di wilayah perairan dekat pantai.

 “Pengembangan PLTS terapung penting untuk mendukung target besar Indonesia dalam mempercepat energi surya, termasuk program PLTS 100 GW. Jika dirancang dengan baik, PLTS terapung dapat menjadi bagian dari solusi untuk menyediakan listrik bersih bagi kawasan industri, kawasan ekonomi khusus, sistem kelistrikan daerah, hingga pengganti pembangkit fosil yang memasuki masa pensiun,” ujarnya.

Ketua Indonesia Center for Renewable Energy Studies (ICRES), Surya Darma sepakat bahwa potensi energi surya atau energi baru dan terbarukan (EBT) yang melimpah bukanlah satu satunya jaminan transisi energi bisa sukses. “Kuncinya regulator harus gelar karpet merah buat investor. Pemerintah harus punya arah yang jelas lalu dikonkretkan kedalam kerangka kebijakan,”tegas Surya Darma Itulah yang disebut iklim usaha yang kondusif menurut Surya. Dari situ ada kepastian hukum, sehingga yang mau investasi merasa terproteksi oleh negara sehingga nyaman untuk menanamkan modalnya di proyek EBT.

Ribuan triliun potensi kontribusi proyek EBT terhadap produk domestik bruto (PDB) tak akan berarti apa apa apabila tidak adanya arah yang jelas dari pemerintah. Potensi itu bahkan akan sampai ke rakyat jika benar benar serius digarap, atau investornya masuk. “Guna merealisasikan potensi ekonomi raksasa senilai ribuan triliun kami mendesak pemerintah untuk segera merombak dan memperkuat ekosistem regulasi,”tegas Surya.

Sedangkan Ekonom Energi Universitas Gadjah Mada (UGM) Fahmi Radhi mengatakan, investor tidak hanya melihat keberadaan regulasi, tetapi juga konsistensi implementasinya. Menurutnya, percepatan investasi energi surya juga harus diikuti reformasi sektor ketenagalistrikan.

Pembangunan jaringan transmisi, peningkatan fleksibilitas sistem kelistrikan, modernisasi jaringan, serta penyediaan teknologi penyimpanan energi menjadi prasyarat agar listrik dari pembangkit surya dapat terserap secara optimal.

  • investasi
  • potensi energi surya

Redaktur: M Zaki Alatas

Penulis: M Zaki Alatas

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.