Nasib Miris Pak Tarno: Dulu Miliki 10 Istri, Kini Jualan Mainan Pakai Kursi Roda

Selasa, 07 Apr 2026, 16:30 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Nama Pak Tarno pernah begitu lekat di ingatan publik sebagai sosok pesulap jenaka dengan gaya khas dan ucapan 'dibantu ya.'

Di masa kejayaannya, ia kerap tampil di layar kaca, menghibur penonton dengan trik sederhana namun penuh kehangatan. Namun, di balik popularitas tersebut, kehidupan pribadinya juga penuh cerita yang menarik perhatian.

Ket. Foto: — Sumber: Kolase foto Instagram /@tante.rempong.official

Pernah Menikah 10 Kali

Pak Tarno, mengaku pernah menikah sebanyak 10 kali. Istri terakhir atau yang kesepuluh bernama Dewi, yang dinikahinya pada Lebaran 2024 dan setia mendampingi di tengah kondisinya yang sempat terkena stroke.

Kisah asmara ini menjadi bagian dari perjalanan hidupnya yang berliku dan kerap menjadi sorotan publik.

Disebutkan bahwa total pernikahan Pak Tarno mencapai 10 kali, sebagian besar dilakukan secara siri. Sebelum menikah dengan Dewi, ia juga pernah menikah dengan seorang pramugari bernama Sri Rahayu.

Kehidupan rumah tangganya tidak selalu berjalan mulus, hingga akhirnya dari sekian banyak pernikahan tersebut, kini hanya tersisa tiga istri yang masih menjalin hubungan dengannya, sebagaimana diungkapkan oleh asistennya.

Karier Meredup

Seiring waktu, sorotan terhadap kehidupan glamornya pun memudar. Kini, publik justru melihat sisi lain dari kehidupan Pak Tarno.

Kondisi kesehatannya yang menurun membuatnya kesulitan berjalan dan harus menggunakan kursi roda untuk beraktivitas sehari-hari.

Perubahan ini tentu menjadi tantangan besar bagi seseorang yang dahulu aktif di dunia hiburan.

Tetap Mencari Nafkah

Yang mengundang simpati luas adalah semangatnya yang tidak surut. Di tengah keterbatasan fisik, Pak Tarno tetap berusaha mencari nafkah dengan berjualan mainan sederhana.

Ia berkeliling menggunakan kursi roda, menawarkan dagangannya dengan cara yang sederhana. Pemandangan ini menghadirkan kontras yang kuat dengan masa lalunya sebagai figur publik yang pernah begitu dikenal.

Masyarakat pun merespons dengan empati. Banyak yang sengaja membeli dagangannya sebagai bentuk dukungan.

Tidak sedikit pula yang membagikan kisahnya di media sosial, sehingga semakin banyak orang mengetahui kondisinya saat ini. Dukungan tersebut menjadi bukti bahwa sosok Pak Tarno masih memiliki tempat di hati publik.

Di tengah segala keterbatasan, Pak Tarno menunjukkan bahwa semangat untuk bertahan tidak pernah padam. Kisahnya bukan sekadar tentang kesulitan, tetapi juga tentang keberanian untuk terus melangkah, bahkan ketika langkah itu harus ditempuh dengan kursi roda.*

  • Pak Tarno

Redaktur: Weti Aprianti

Penulis: Weti Aprianti

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.