Klarifikasi Okin Soal Rumah untuk Xabiru: Sindir Aksi Rachel Vennya, Salah Paham dengan Bank Jadi Pemicu

Ket. Potret pernikahan Okin dan Rachel Vennya.

Doc: Instagram

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Perseteruan antara Niko Al Hakim alias Okin dan Rachel Vennya semakin memanas dan kini memasuki babak yang lebih kompleks. 

Setelah sebelumnya publik hanya mendengar versi Rachel, kini Okin akhirnya angkat bicara dan membongkar kronologi lengkap dari sudut pandangnya, dan hasilnya sukses membuat publik terkejut.

Lewat pernyataan panjang di media sosial, Okin mengungkap fakta penting yang selama ini luput dari perhatian, rumah yang disebut-sebut sebagai “hak anak”, ternyata sudah dibeli jauh sebelum kelahiran Xabiru Oshe Al Hakim.

Klarifikasi Okin

Rumah Dibeli Sebelum Anak Lahir, Bukan Awalnya untuk Konflik

Okin menjelaskan rumah tersebut dibeli sebagai simbol awal kehidupan rumah tangganya dulu. Ia memiliki harapan besar agar tempat itu menjadi lingkungan yang hangat bagi keluarganya, bahkan sebelum anak pertama lahir.

Menurutnya, saat itu tidak pernah terbayang hubungan dengan Rachel akan berakhir. Rumah tersebut justru dibangun dengan niat baik untuk masa depan keluarga, bukan untuk menjadi sumber konflik seperti sekarang.

Perceraian 2021 Jadi Titik Awal Sengketa

Setelah resmi bercerai pada 2021, pembagian aset pun dilakukan. Dalam proses tersebut, rumah yang kini dipermasalahkan disebut menjadi bagian Okin. Hal ini membuat posisi hukum rumah tersebut berada di bawah kendalinya.

Namun, perjalanan tidak berhenti di situ. Konflik perlahan mulai muncul seiring waktu, terutama ketika muncul berbagai kesepakatan baru yang tidak selalu berjalan mulus.

Masalah Finansial dan Burnout Picu Kelalaian

Okin juga mengakui sempat mengalami masa sulit pada 2023. Ia menyebut adanya tekanan dari masalah bisnis yang membuatnya mengalami burnout hingga berdampak pada kelalaian dalam memenuhi kewajiban finansial tertentu.

Dari sinilah muncul perhitungan baru dari pihak Rachel, yang kemudian berujung pada penawaran penyelesaian berupa pertukaran aset, termasuk rumah di Kemang dan tanah di Bali.

Drama Lama Kembali Terungkit, Termasuk Isu Kucing

Konflik semakin melebar ketika masalah lain ikut terseret, termasuk polemik soal kucing yang sempat viral pada 2024. Okin menyayangkan hal tersebut dibawa ke media sosial, padahal menurutnya masalah itu bisa diselesaikan secara pribadi.

Ia menegaskan selama kucing tersebut berada di rumah, perawatan tetap dilakukan pihaknya secara rutin.

Salah Paham dengan Bank Jadi Pemicu Ledakan Baru

Memasuki 2026, masalah baru muncul akibat miskomunikasi dengan pihak bank. Okin mengaku merasa sudah melakukan pembayaran rutin, namun pihak bank menemukan adanya kekeliruan yang berujung pada ancaman pelabelan rumah.

Situasi ini menjadi semakin rumit karena rumah tersebut sudah ditempati oleh pihak Rachel. Dari sinilah komunikasi antara keduanya mulai memburuk dan memicu konflik yang lebih besar.

Keputusan Jual Rumah: Jalan Keluar atau Awal Masalah Baru?

Merasa rumah tersebut justru menjadi sumber pertengkaran yang tak berujung, Okin akhirnya mengambil keputusan besar, menjual properti tersebut.

Ia mengaku sebenarnya sudah pernah menawarkan untuk membalik nama kepemilikan, namun tidak pernah terealisasi. Baginya, menjual rumah adalah solusi agar konflik tidak terus berlarut-larut dan hubungan sebagai orang tua tetap terjaga.

Klarifikasi Soal Orang Misterius dan CCTV

Menanggapi tudingan bahwa ada orang datang diam-diam untuk mengukur rumah, Okin membantah keras. Ia menegaskan Rachel sebenarnya sudah mengetahui akan ada pihak yang datang untuk melakukan pengecekan, bukan pengukuran.

Menurutnya, kesalahpahaman ini memperkeruh suasana, apalagi setelah narasi yang beredar di media sosial memicu opini publik yang tidak sepenuhnya sesuai fakta.

Sindiran Halus untuk Rachel: Jangan Semua Dibawa ke Publik

Di akhir pernyataannya, Okin menyampaikan kekecewaannya terhadap cara Rachel mengekspresikan emosi di media sosial. Ia menilai tidak semua masalah perlu diumbar ke publik, karena justru berpotensi menimbulkan kesalahpahaman yang lebih luas.

Okin menegaskan dirinya lebih memilih menyelesaikan masalah secara pribadi terlebih dahulu sebelum membawa ke ranah publik.

Dengan dua versi yang kini sama-sama terbuka ke publik, konflik ini semakin sulit ditebak ujungnya. 

Yang jelas, drama rumah tangga yang awalnya privat kini berubah menjadi konsumsi publik yang penuh spekulasi dan belum menunjukkan tanda-tanda akan segera berakhir.

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN