Dirayakan Setiap 1 April, Ini Sejarah Asli, Makna Tersembunyi, dan Prank April Mop Paling Heboh Sepanjang Masa

Ket. Ilustrasi April Mop.

Doc: shutterstock

JAKARTA, KUCANTIK.COM - April Mop atau yang dikenal sebagai April Fools’ Day diperingati setiap tanggal 1 April setiap tahunnya. Menariknya, hari ini kerap dianggap sebagai “hari libur bohongan” dalam berbagai budaya karena identik dengan lelucon dan tipuan ringan.

Tradisi April Mop biasanya diisi dengan aksi iseng seperti menyebarkan hoaks atau prank kepada orang lain, lalu diakhiri dengan seruan “April Mop!” sebagai penanda bahwa hal tersebut hanyalah candaan. Meski sudah menjadi tradisi global, ternyata asal-usul April Mop sendiri belum memiliki kepastian yang benar-benar jelas. Para sejarawan pun mengemukakan berbagai teori terkait kemunculannya, salah satunya dikutip dari History.com.

Salah satu teori paling populer menyebutkan bahwa April Mop bermula pada tahun 1582, ketika Prancis mengganti sistem penanggalan dari kalender Julian ke kalender Gregorian. Dalam kalender Julian, tahun baru dirayakan sekitar akhir Maret hingga 1 April, sedangkan dalam kalender Gregorian dimulai pada 1 Januari.

Karena informasi perubahan kalender ini tidak tersebar dengan cepat, masih banyak masyarakat yang merayakan tahun baru di waktu lama. Mereka kemudian menjadi bahan candaan dan dijuluki “April Fools”. Bahkan, muncul tradisi menempelkan gambar ikan di punggung seseorang, yang dikenal sebagai poisson d’avril atau “ikan April”, simbol orang yang mudah tertipu.

Selain itu, ada juga teori yang mengaitkan April Mop dengan festival kuno bernama Hilaria di Roma. Festival ini dirayakan dengan penuh kegembiraan, di mana orang-orang menyamar dan saling mengejek, bahkan terhadap tokoh penting. Tradisi ini diyakini terinspirasi dari mitologi Mesir tentang Isis, Osiris, dan Seth.

Ada pula yang menghubungkan April Mop dengan titik balik musim semi (vernal equinox), saat cuaca sering berubah-ubah secara tak terduga, seolah-olah “mempermainkan” manusia.

Seiring berjalannya waktu, April Mop mulai menyebar ke berbagai negara, termasuk Inggris pada abad ke-18. Di Skotlandia, perayaannya bahkan berlangsung selama dua hari. Hari pertama dikenal dengan tradisi “berburu burung gowk”, yaitu mengirim seseorang melakukan tugas palsu. Sementara hari kedua disebut “Hari Ekor”, di mana orang-orang melakukan lelucon seperti menempelkan tanda “kick me” di punggung orang lain.

Memasuki era modern, prank April Mop menjadi semakin kreatif dan terkadang sulit dibedakan dari kenyataan. Berbagai media besar hingga perusahaan ternama ikut meramaikan tradisi ini.

Misalnya, pada tahun 1957, BBC pernah menayangkan berita tentang panen spaghetti di Swiss yang membuat banyak orang percaya. Lalu pada 1985, Sports Illustrated menerbitkan kisah fiktif tentang pemain baseball bernama Sidd Finch yang disebut mampu melempar bola dengan kecepatan luar biasa.

Tak kalah heboh, pada 1992 publik Amerika sempat dikejutkan oleh siaran radio yang menyebut mantan Presiden Richard Nixon akan kembali mencalonkan diri. Namun, ternyata itu hanyalah prank yang diperankan oleh aktor.

Perusahaan besar juga tak mau ketinggalan. Taco Bell pernah mengklaim membeli Liberty Bell pada 1996, sementara Burger King pada 1998 mengiklankan “Left-Handed Whopper” khusus untuk orang kidal. Bahkan, Google dikenal rutin membuat lelucon April Mop dengan ide-ide unik, mulai dari pencarian telepati hingga fitur permainan di Google Maps.

Dari berbagai cerita tersebut, terlihat bahwa April Mop bukan sekadar hari penuh candaan, tetapi juga memiliki sejarah panjang dan beragam makna yang terus berkembang hingga kini.

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN