Sidang Ditangguhkan, Konflik Hukum Min Hee Jin vs HYBE Makin Memanas

Doc: Allkpop

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Proses hukum yang melibatkan Min Hee Jin kembali mengalami perkembangan terbaru. Sengketa yang menyeret nama mantan petinggi industri K-pop ini untuk sementara waktu ditangguhkan oleh pengadilan, menambah panjang daftar dinamika konflik antara dirinya dengan sejumlah label besar di bawah naungan HYBE.

Melansir dari laman Allkpop, Divisi Perdata 12 Pengadilan Distrik Barat Seoul memutuskan untuk mengubah jadwal sidang gugatan ganti rugi yang diajukan oleh BELIFT LAB dan SOURCE MUSIC terhadap Min Hee Jin.

Sidang yang sebelumnya telah dijadwalkan kini berstatus tanggal sementara, yang berarti akan dijadwalkan ulang di kemudian hari tanpa kepastian waktu.

Penangguhan ini terjadi di tengah tuntutan hukum bernilai besar yang dihadapi Min Hee Jin. Dari BELIFT LAB, ia dituntut membayar ganti rugi sekitar 2 miliar KRW, sementara dari SOURCE MUSIC, nilai gugatan mencapai sekitar 500 juta KRW.

Kedua label tersebut diketahui merupakan agensi dari grup populer seperti ILLIT dan LE SSERAFIM.

Kasus ini tidak berdiri sendiri. Setelah meninggalkan ADOR pada November 2024, Min Hee Jin mendirikan label barunya, ooak Records.

Namun, kepergiannya dari ADOR justru menjadi awal dari serangkaian konflik hukum yang lebih luas dengan HYBE dan anak perusahaannya.

Salah satu kasus terbesar datang dari ADOR sendiri, yang sebelumnya mengajukan gugatan ganti rugi senilai sekitar 43 miliar KRW terhadap Min Hee Jin serta Danielle.

Gugatan ini menjadi sorotan karena melibatkan nilai fantastis sekaligus nama besar dalam industri K-pop.

Tidak berhenti di situ, Min Hee Jin juga mengambil langkah hukum balik terhadap HYBE. Ia mengajukan klaim senilai sekitar 26 miliar KRW terkait pelaksanaan opsi jual, yang menjadi bagian dari perselisihan kontraktual antara dirinya dan perusahaan tersebut.

Langkah ini menunjukkan bahwa konflik yang terjadi bukan hanya bersifat defensif, tetapi juga ofensif.

Penangguhan sidang terbaru ini menimbulkan berbagai spekulasi di kalangan pengamat industri.

Beberapa pihak menilai bahwa keputusan tersebut bisa menjadi ruang bagi kedua belah pihak untuk melakukan negosiasi di luar pengadilan, sementara yang lain melihatnya sebagai indikasi kompleksitas kasus yang membutuhkan waktu lebih panjang untuk diselesaikan.

Yang jelas, rangkaian konflik hukum ini telah menjadi salah satu isu terbesar di industri hiburan Korea dalam beberapa tahun terakhir.

Dengan nilai gugatan yang mencapai puluhan miliar won dan melibatkan banyak entitas besar, hasil akhir dari kasus ini berpotensi memberikan dampak signifikan terhadap dinamika bisnis dan hubungan antar label di masa depan.*

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN