Fans Zhao Lusi dan Esther Yu Ribut Saling Sindir, Poster Misterius RED GALA Jadi Alasan

Ket. Zhao Lusi dan Esther Yu atau Yu Shuxin.

Doc: Instagram

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Persaingan antara dua aktris muda Tiongkok, Zhao Lusi dan Esther Yu, kembali memanas dan menjadi pusat perhatian publik. Kali ini, konflik bukan berasal dari proyek drama, melainkan dari strategi promosi sebuah acara yang justru memicu kesalahpahaman besar di kalangan penggemar.

Di industri hiburan Tiongkok, Zhao Lusi dan Esther Yu memang kerap disebut sebagai rival utama dari generasi aktris pasca 1995. Popularitas mereka yang terus menanjak, ditambah dengan sederet drama hits yang sukses mencuri perhatian, membuat perbandingan antara keduanya hampir tak terhindarkan. Mulai dari rating drama, jumlah penggemar, hingga kualitas akting, semuanya kerap menjadi bahan perdebatan panas di media sosial.

Kontroversi terbaru bermula dari kampanye promosi RED GALA yang diselenggarakan Xiaohongshu di Gunung Emei. Pihak penyelenggara lebih dulu merilis teaser poster berupa siluet misterius seorang artis wanita, lengkap dengan kutipan ikonik dari drama Loves Ambition, “Mengapa aku tidak boleh memperjuangkan apa yang aku inginkan?”

Kutipan tersebut, ditambah label “pemeran utama drama hit 2025,” membuat banyak warganet berspekulasi bahwa sosok di balik siluet itu adalah Zhao Lusi. Ekspektasi pun terbentuk dengan cepat, bahkan sebelum pengumuman resmi dirilis.

Namun, situasi berubah drastis ketika daftar tamu akhirnya diumumkan. Sosok di balik teaser tersebut ternyata adalah Esther Yu, yang bahkan mendapat posisi spesial sebagai “Chief Curator” dalam acara tersebut. Pengungkapan ini langsung menyulut reaksi keras, terutama dari sebagian penggemar Zhao Lusi yang merasa “terkecoh” oleh strategi promosi tersebut.

Tak sedikit yang menuding bahwa teaser itu sengaja dirancang untuk memancing perhatian publik dengan memanfaatkan popularitas Zhao Lusi. Di sisi lain, penggemar Esther Yu membela idolanya dan menganggap kritik tersebut berlebihan.

Ketegangan semakin memuncak ketika Zhao Lusi mengganti foto profilnya di RedNote dengan tulisan “Stop Pretending,” disertai keterangan singkat yang memancing spekulasi luas. Banyak yang menganggap ini sebagai sindiran langsung terhadap situasi RED GALA, sehingga memperkeruh suasana yang sudah panas.

Namun pada 27 Maret 2026, pihak Zhao Lusi akhirnya memberikan klarifikasi. Mereka menjelaskan “Stop Pretending” bukanlah sindiran, melainkan judul lagu terbaru yang sedang dipromosikan. Sayangnya, klarifikasi tersebut datang setelah perdebatan telanjur meluas dan fanwar antara kedua kubu semakin sulit dikendalikan.

Kisah ini kembali menunjukkan betapa sensitifnya dinamika fandom di era digital. Satu teaser ambigu saja bisa memicu konflik besar, apalagi jika melibatkan dua nama besar seperti Zhao Lusi dan Esther Yu. Di balik semua drama ini, satu hal yang pasti: perhatian publik terhadap keduanya justru semakin besar.

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN