Kenali Perbedaannya! Eau de Toilette vs Parfum, Mana Lebih Tahan Lama?
Minggu, 29 Mar 2026, 13:30 WIBJAKARTA, KUCANTIK.COM - Perbedaan antara eau de toilette dan parfum sering kali membingungkan, terutama bagi mereka yang baru mulai mengenal dunia wewangian.
Keduanya memang sama-sama digunakan untuk memberikan aroma pada tubuh, tetapi memiliki karakteristik yang cukup berbeda, mulai dari konsentrasi bahan hingga daya tahan aromanya.
Secara umum, istilah parfum sering digunakan secara luas untuk menyebut semua jenis wewangian. Namun dalam konteks yang lebih spesifik, parfum (atau parfum murni/extrait de parfum) memiliki konsentrasi minyak esensial paling tinggi dibandingkan jenis lainnya. Sementara itu, eau de toilette (EDT) memiliki konsentrasi yang lebih ringan.
Kadar Minyak Parfum
Perbedaan paling mencolok terletak pada kadar minyak parfum. Parfum biasanya mengandung sekitar 20â30% minyak esensial, sedangkan eau de toilette hanya berkisar antara 5â15%.
Hal ini membuat parfum memiliki aroma yang lebih kuat dan tahan lama, bahkan bisa bertahan hingga 8â12 jam atau lebih di kulit. Di sisi lain, eau de toilette cenderung bertahan sekitar 3â6 jam, tergantung kondisi kulit dan aktivitas pengguna.
Dari segi karakter aroma, parfum biasanya terasa lebih dalam, kompleks, dan berat. Aromanya berkembang secara perlahan, mulai dari top notes hingga base notes yang lebih tahan lama.
Sebaliknya, eau de toilette memiliki aroma yang lebih ringan, segar, dan cepat tercium sejak awal pemakaian, namun juga lebih cepat menguap.
Berikut adalah beberapa kelebihan dan kekurangan masing-masing:
Parfum (Extrait de Parfum)
Kelebihan:
Parfum memiliki daya tahan yang sangat lama, sehingga tidak perlu sering diaplikasikan ulang. Aromanya juga lebih kaya dan mewah, cocok untuk acara formal atau penggunaan di malam hari.
Selain itu, karena konsentrasinya tinggi, penggunaan parfum biasanya lebih hemat dalam jangka panjang.
Kekurangan:
Harga parfum umumnya lebih mahal dibandingkan jenis lainnya. Aromanya yang kuat juga bisa terasa terlalu berat bagi sebagian orang, terutama jika digunakan di cuaca panas atau dalam aktivitas santai.
Selain itu, jika digunakan berlebihan, parfum bisa terasa menyengat bagi orang di sekitar.
Eau de Toilette (EDT)
Kelebihan:
EDT lebih ringan dan segar, sehingga cocok digunakan sehari-hari, terutama di iklim tropis seperti Indonesia. Harganya juga lebih terjangkau, membuatnya populer untuk penggunaan rutin.
Selain itu, aromanya tidak terlalu menyengat, sehingga lebih aman digunakan di lingkungan kerja atau ruang tertutup.
Kekurangan:
Daya tahan EDT lebih singkat, sehingga perlu diaplikasikan ulang beberapa kali dalam sehari. Aromanya juga cenderung kurang kompleks dibandingkan parfum, sehingga mungkin terasa kurang mewah bagi sebagian pengguna.
Pada akhirnya, pilihan antara eau de toilette dan parfum bergantung pada kebutuhan dan preferensi masing-masing. Jika menginginkan aroma yang tahan lama dan elegan, parfum bisa menjadi pilihan utama.
Namun, jika lebih menyukai sesuatu yang ringan, segar, dan praktis untuk aktivitas harian, eau de toilette adalah opsi yang sangat tepat.*
- Eau de Toilette vs Parfum
Redaktur: Weti Aprianti
Penulis: Weti Aprianti
Berita Terkait:
-
Kuasa Hukum Ungkap Alasan Ruben Onsu Hentikan Nafkah Anak Selama Enam Bulan, Disebut Bentuk Protes karena Tak Bertemu Buah Hati
-
Tak Ada BTS hingga BLACKPINK, In3 Grup KPop yang Masuk Forbes 30 Under 30 Asia 2026
-
Kucing Terkaya di Dunia Kini Hidup Susah? Warisan Choupette Senilai Rp26 Miliar dari Karl Lagerfeld Raib
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.