Kebaya Mewah Mahalini Saat Lebaran Bikin Heboh, Netizen: Salah Kostum!

Doc: Instagram/@mahaliniraharja

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Busana Lebaran selalu menjadi sorotan publik, terlebih jika dikenakan oleh figur populer seperti Mahalini. Pada perayaan Idulfitri tahun ini, penyanyi yang dikenal lewat lagu-lagu hits seperti Sial dan Mati-matian itu tampil dengan gaya yang berbeda dari kebanyakan selebritas lain.

Ia memilih memadukan unsur budaya Sunda dan Bali dalam satu tampilan yang terbilang berani dan penuh detail.

Mahalini mengenakan kebaya modern berwarna terakota sebagai atasan. Kebaya tersebut dihiasi bordir halus serta aplikasi payet mewah yang memberikan kesan elegan sekaligus glamor.

Untuk bawahan, ia memadukannya dengan kain endek khas Bali yang memiliki warna senada, menciptakan harmoni visual yang kuat. Penampilannya semakin lengkap dengan tambahan obi di bagian pinggang yang mempertegas siluet tubuhnya, memberikan kesan ramping dan terstruktur.

Dianggap Salah Kostum

Secara konsep, pilihan busana ini sebenarnya menunjukkan eksplorasi budaya yang menarik. Perpaduan dua tradisi dalam satu tampilan bisa dibaca sebagai bentuk apresiasi terhadap kekayaan tekstil Nusantara.

Namun, respons publik di media sosial justru mengarah ke arah yang berbeda. Banyak warganet menilai bahwa gaya yang dipilih oleh istri Rizky Febian tersebut kurang sesuai dengan suasana Lebaran yang identik dengan kesederhanaan dan kehangatan keluarga.

Di kolom komentar Instagram pribadinya, sejumlah netizen menyampaikan kritik secara langsung. Ada yang menyebut penampilannya terlihat seperti hendak menghadiri pesta pernikahan formal, bukan merayakan Idulfitri.

“Mahalini kenapa kayak mau ke kondangan sih,” tulis seorang pengguna. Komentar lain bahkan menilai bahwa ini bukan pertama kalinya ia dianggap kurang tepat dalam memilih busana untuk sebuah acara.

“Mahalini selalu salah kostum,” tambah warganet lainnya. Tak sedikit pula yang menganggap tampilannya “too much” atau berlebihan.

 Banyak orang mengaitkan momen Idulfitri dengan pakaian yang lebih sederhana, lembut, dan tidak terlalu mencolok. Ketika ada figur publik yang tampil lebih glamor, reaksi yang muncul sering kali berupa kritik karena dianggap tidak sesuai dengan “pakem” yang sudah terbentuk.

Meski demikian, tidak bisa dipungkiri bahwa dunia fashion selalu berkembang dan bersifat subjektif. Apa yang dianggap berlebihan oleh sebagian orang, bisa saja dipandang sebagai ekspresi diri dan kreativitas oleh yang lain.

Mahalini, sebagai seorang seniman, mungkin tengah mengeksplorasi identitas visualnya melalui pilihan busana yang lebih berani dan berbeda.*

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN