Bukan Mohon Maaf Lahir Batin, Ini Arti Sebenarnya Minal Aidin Wal Faizin

Ket. Ilustrasi lebaran.

Doc: freepik.com

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Ungkapan "Minal Aidin Wal Faizin" hampir tidak pernah absen diucapkan masyarakat Indonesia saat merayakan Idulfitri.

Kalimat ini biasanya disandingkan dengan frasa "Mohon Maaf Lahir dan Batin", sehingga banyak yang mengira keduanya memiliki arti yang sama. Namun, secara bahasa dan konteks sejarah Islam, makna sebenarnya sangatlah berbeda.

Berdasarkan penjelasan Guru Besar Peradaban Islam UIN Raden Mas Said Surakarta, Syamsul Bakri, berikut adalah poin-poin penting untuk meluruskan pemahaman tersebut:

1. Berasal dari Potongan Doa yang Lebih Panjang

"Minal Aidin Wal Faizin" sebenarnya merupakan penggalan dari doa lengkap yang berbunyi: Ja’alanallaahu minal ‘aidin wal faizin. Karena kebiasaan penyingkatan, kalimat Ja’alanallaahu sering dihilangkan sehingga menyisakan bagian akhirnya saja.

2. Arti Harfiah: Kembali dan Menang

Secara etimologi, kata Aidin berarti "kembali" (kembali ke fitrah), sedangkan Faizin bermakna "kemenangan". Jadi, arti utuhnya adalah: "Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang kembali ke fitrah dan meraih kemenangan." Sama sekali tidak ada unsur kata "maaf" di dalam kalimat tersebut.

3. Hubungan dengan "Mohon Maaf Lahir Batin"

Di Indonesia, kedua kalimat ini sering digunakan secara berurutan sebagai kalimat sambung.

Seiring berjalannya waktu, masyarakat mulai menganggap "Mohon Maaf Lahir dan Batin" adalah terjemahan dari "Minal Aidin Wal Faizin", padahal keduanya merupakan dua kalimat berbeda yang tidak memiliki keterkaitan makna langsung.

4. Ucapan yang Digunakan pada Zaman Nabi

Syamsul Bakri menjelaskan bahwa ucapan selamat Idulfitri yang lebih umum digunakan di dunia Islam sejak zaman Nabi Muhammad SAW adalah: Taqabbalallahu minna wa minkum, yang artinya "Semoga Allah menerima amal ibadah kami dan kalian semua."

Terkadang, ucapan ini juga dilengkapi dengan doa Kullu ‘ammin wa antum bi khair agar keberkahan selalu menyertai setiap tahunnya.

Memahami arti sebuah ucapan akan membuat momen silaturahmi terasa lebih khidmat. Meskipun "Minal Aidin Wal Faizin" tetap indah diucapkan sebagai doa kebaikan, tidak ada salahnya jika kita juga mulai membiasakan ucapan yang digunakan sejak era Nabi.

Jadi, ucapan mana yang lebih sering Anda gunakan saat bersalaman dengan sanak saudara hari ini?

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN