- Home
-
- Entertainment
-
- Teaser Dilan: ITB 1997 B...
Teaser Dilan: ITB 1997 Banjir Kritik, Ariel NOAH dan Raline Shah Dianggap Terlalu Tua
Selasa, 17 Mar 2026, 12:15 WIBJAKARTA, KUCANTIK.COM - Peluncuran cuplikan perdana film Dilan: ITB 1997 pada Senin (16/3/2026) memicu kegaduhan di jagat maya.
Alih-alih mendapatkan sambutan hangat penuh nostalgia, film yang memasangkan Ariel Noah dan Raline Shah ini justru dibanjiri kritik tajam dari netizen.
Langkah berani rumah produksi Falcon Pictures dalam merombak jajaran pemain utama tampaknya menjadi pedang bermata dua bagi kelangsungan semesta cerita yang diciptakan oleh Pidi Baiq.
Berikut ulasan mengenai sejumlah poin kritik terhadap teaser Dilan: ITB 1997 yang ramai diperbincangkan publik.
1. Masalah Usia Pemeran
Kritik paling vokal datang dari ketidaksesuaian usia nyata aktor dengan usia karakter dalam cerita.
Secara kronologis, Dilan: ITB 1997 berlatar hanya sekitar enam tahun setelah kisah masa SMA tokoh Dilan. Namun, pemilihan Ariel NOAH sebagai Dilan versi mahasiswa dinilai terlalu âmatangâ oleh sebagian warganet.
Di media sosial, banyak netizen berseloroh bahwa penampilan Ariel lebih menyerupai mahasiswa program pascasarjana S2 atau bahkan S3, dibandingkan mahasiswa S1 angkatan 1997.
Kritik serupa juga diarahkan pada pemeran Milea, yakni Raline Shah, yang dianggap terlihat terlalu dewasa untuk memerankan karakter tersebut.
Selain itu, kehadiran Ira Wibowo sebagai Bunda Dilan juga memunculkan kecanggungan visual bagi sebagian penonton.
Pasalnya, jarak usia antara Ariel dan Ira Wibowo dalam cuplikan tersebut dinilai terlihat terlalu dekat, sehingga dinamika hubungan ibu dan anak yang seharusnya terbentuk terasa kurang meyakinkan di mata penonton.
2. Kejenuhan terhadap Semesta Dilan
Selain soal casting, publik juga mulai menyuarakan rasa jenuh terhadap eksploitasi berlebihan atas kekayaan intelektual (IP) Dilan.
Sejak tahun 2018, layar lebar Indonesia cukup sering menghadirkan kisah tentang karakter ini. Mulai dari trilogi awal bersama Iqbaal Ramadhan, kemudian masa kecil Dilan dalam film Dilan 1983: Wo Ai Ni, hingga perjalanan kedewasaannya di Ancika 1995.
Bagi sebagian penonton, cerita Dilan dianggap sudah mencapai konklusi yang kuat di film-film sebelumnya.
Akibatnya, sejumlah netizen merasa kisah cinta antara Dilan dan Milea kini tidak lagi menghadirkan urgensi atau sesuatu yang benar-benar baru bagi audiens masa kini.
3. Tenggelamnya Karakter Dilan?
Pemilihan Ariel NOAH sebenarnya didasarkan pada visi Pidi Baiq yang melihat kemiripan personal antara sang vokalis dengan karakter Dilan.
Beberapa kesamaan tersebut antara lain hobi bermotor, kemampuan menulis puisi, hingga ketertarikan pada seni lukis.
Meski produser Frederica sempat merasa ragu dan Ariel sendiri pada awalnya enggan menerima tawaran tersebut, proyek film ini akhirnya tetap berjalan setelah proses pendekatan yang cukup panjang.
Dalam teaser yang dirilis, terdapat adegan singkat yang memperlihatkan Ariel berdialog dengan latar lukisan. Adegan tersebut dimaksudkan untuk menonjolkan sisi artistik dari karakter Dilan.
Namun bagi sebagian besar netizen, identitas Ariel sebagai bintang musik besar justru dinilai lebih dominan, sehingga karakter Dilan terasa âtenggelamâ di balik persona sang musisi.
Itulah beberapa kritik yang ramai disuarakan publik terkait teaser Dilan: ITB 1997. Perdebatan mengenai pemilihan karakter dan arah cerita film ini pun masih terus berlangsung di media sosial.
- Dilan: ITB 1997
- Ariel NOAH dan Raline Shah
Redaktur: Fitrya A Kusumah
Penulis: Fitrya A Kusumah
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.