Camilla Klaim Meghan Markle Cuci Otak Pangeran Harry hingga Jauh dari Keluarga Kerajaan

Selasa, 17 Mar 2026, 09:30 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Ketegangan di dalam keluarga Kerajaan Inggris kembali menjadi sorotan publik setelah buku terbaru memunculkan klaim mengejutkan.

Dalam buku tersebut disebutkan Ratu Camilla pernah menuduh Meghan Markle mencuci otak Pangeran Harry, pernyataan yang menggambarkan betapa rumitnya hubungan di balik dinding Istana Buckingham.

Ket. Foto: Potret keluarga kerajaan Inggris. — Sumber: AP

Buku yang ditulis Tom Bower ini mengulas secara detail berbagai konflik internal yang disebut-sebut mulai memanas sejak awal hubungan antara Prince Harry dan Meghan Markle.

Menurut Bower, ketegangan mulai terasa hanya beberapa minggu setelah pasangan tersebut kembali dari bulan madu mereka pada musim panas 2018. 

Salah satu momen yang disebut menjadi titik panas adalah pertemuan santai minum teh yang awalnya dimaksudkan sebagai upaya memperbaiki hubungan antara Harry dan kakaknya, Prince William.

Namun, pertemuan yang diharapkan membawa kedamaian justru berakhir canggung. Dalam buku itu disebutkan Meghan sempat menegur William dengan nada tegas. 

Ia dikabarkan berkata, “Jika tidak keberatan, tolong jauhkan jarimu dari wajahku.”

Insiden tersebut disebut membuat suasana semakin tegang dan memperkuat kekhawatiran sejumlah anggota keluarga kerajaan. 

Mereka merasa ada perubahan besar pada sikap Harry sejak menjalin hubungan dengan mantan aktris serial Suits itu.

Bahkan, menurut buku tersebut, Harry disebut diam-diam mengganti nomor teleponnya dan mulai menjauh dari lingkaran sosial lamanya. Perubahan sikap ini memicu berbagai spekulasi di lingkungan istana.

Di tengah situasi itulah, Ratu Camilla diklaim sempat mengungkapkan kepada seorang temannya Meghan “mencuci otak” Harry. 

Pernyataan tersebut disebut mencerminkan kekhawatiran sang pangeran yang sebelumnya dikenal santai dan sangat dekat dengan keluarganya mulai menjauh dari kehidupan lamanya.

Keraguan terhadap hubungan Harry dan Meghan ternyata tidak hanya datang dari Camilla. Buku itu juga menyinggung William sebenarnya sudah merasa ragu jauh sebelum pernikahan mereka digelar. Ia bahkan disebut pernah memperingatkan adiknya hubungan tersebut berkembang terlalu cepat.

Kekhawatiran serupa juga dirasakan Catherine, Princess of Wales. William dan Catherine dikabarkan khawatir karena Harry dianggap berada dalam kondisi emosional yang rapuh. 

Sejak kecil ia harus menghadapi trauma kehilangan ibunya, Princess Diana, yang meninggal dalam kecelakaan tragis pada 1997.

Selain itu, Harry juga pernah secara terbuka mengakui masa-masa sulit dalam hidupnya, termasuk perjuangan menghadapi kesehatan mental serta pengalaman dengan alkohol dan narkoba di masa lalu.

Di sisi lain, Meghan disebut memiliki ambisi besar yang dianggap memikat Harry. Namun bagi sebagian anggota keluarga kerajaan, ambisi tersebut justru dipandang berpotensi menimbulkan ketidakstabilan di dalam institusi monarki.

William dan Catherine juga diduga menilai Meghan tidak sepenuhnya nyaman dengan batasan peran Harry dalam struktur kerajaan. 

Sebagai putra kedua, Harry tidak berada di garis utama pewaris takhta, sebuah posisi yang sering disebut sebagai cadangan dalam sistem monarki Inggris.

Alih-alih menerima posisi tersebut, Harry disebut mulai menentang berbagai aturan istana dan semakin menjauh dari kehidupan kerajaan yang selama ini ia jalani.

Situasi itu akhirnya mencapai puncaknya pada 2020 ketika Harry dan Meghan memutuskan mundur dari tugas kerajaan dan pindah ke Amerika Serikat. 

Kini pasangan Sussex menetap di California dan fokus membangun berbagai proyek media serta bisnis komersial.

Belakangan ini, Meghan juga mencoba memperluas kariernya di dunia hiburan. Ia dikabarkan mengembangkan serial gaya hidup berjudul With Love, Meghan untuk platform Netflix. 

Namun dalam sebuah acara promosi konten Netflix baru-baru ini, proyek tersebut disebut tidak ikut dipromosikan secara khusus.

Sementara itu, pasangan Sussex juga sempat menuai kritik setelah mengunjungi dapur umum di Pasadena saat kebakaran hutan melanda California. Beberapa pihak menilai kunjungan tersebut lebih menyerupai aksi pencitraan.

Sutradara Hollywood Justine Bateman bahkan melontarkan kritik tajam dengan menyebut mereka sebagai “ambulance chasers” dan “disaster tourists”.

Di tengah berbagai kontroversi tersebut, Harry disebut masih berharap hubungannya dengan keluarga kerajaan bisa membaik. 

Ia dikabarkan ingin ayahnya, King Charles III, membuka ajang olahraga internasional Invictus Games 2027 yang akan digelar di Birmingham.

Ajang tersebut memiliki arti penting bagi Harry karena ia mendirikannya pada 2014 untuk membantu para veteran perang yang terluka menemukan kembali semangat hidup melalui olahraga.

Meski demikian, menurut Bower, peluang rekonsiliasi dalam waktu dekat masih terlihat kecil mengingat hubungan keluarga yang disebut masih penuh ketegangan.

Pihak Harry dan Meghan sendiri tidak tinggal diam. Melalui juru bicara mereka, pasangan tersebut menilai buku tersebut sarat bias.

Menurut perwakilan Sussex, penulisnya lama menunjukkan sikap yang tidak simpatik terhadap mereka. Bahkan disebut pernah menyatakan monarki akan bertahan dengan “menghapus Sussex dari kehidupan publik”.

“Mereka yang mencari fakta akan mencari sumber lain,” ujar perwakilan Harry dan Meghan. 

“Namun mereka yang menginginkan teori konspirasi dan melodrama pasti tahu ke mana harus mencarinya,” lanjutnya. 

Kontroversi ini sekali lagi membuktikan drama keluarga kerajaan Inggris masih jauh dari kata selesai dan tampaknya akan terus menjadi bahan perbincangan dunia.

  • Pangeran Harry
  • Camilla

Redaktur: Alfina Febriyana

Penulis: Alfina Febriyana

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.