Dituding Seksualisasi Seragam SMA, Iklan Lingerie Wacoal x Nanno Girl from Nowhere Picu Amarah!

Ket. Iklan kolaborasi Wacoal dan serial Girl from Nowhere.

Doc: Istimewa

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Kolaborasi antara merek lingerie Jepang Wacoal dan serial populer Thailand Girl from Nowhere justru memicu badai kontroversi di media sosial. Kampanye promosi produk yang menampilkan karakter Nanno dianggap melampaui batas karena dinilai menyiratkan seksualisasi seragam sekolah dan anak di bawah umur.

Kritik tajam dari publik akhirnya memaksa pihak Wacoal Thailand untuk mengambil langkah cepat. Mereka secara resmi menyampaikan permintaan maaf sekaligus menarik seluruh materi promosi yang dianggap tidak pantas.

Serial Girl from Nowhere sendiri pertama kali tayang di Netflix pada 2018 dan langsung menjadi fenomena internasional. Cerita antologi ini mengikuti sosok misterius bernama Nanno, seorang siswi baru yang muncul di berbagai sekolah. Ia digambarkan sebagai makhluk abadi dengan kekuatan supranatural yang menghukum orang-orang yang melakukan kejahatan, khususnya di lingkungan pendidikan.

Dalam dua musim awal, karakter Nanno diperankan oleh Kitty Chicha Amatayakul. Namun pada versi terbaru bertajuk Girl from Nowhere: The Reset, peran ikonik tersebut kini dimainkan Becky Armstrong.

Meski terjadi pergantian pemeran utama, popularitas serial ini ternyata tetap tinggi. Antusiasme penonton bahkan semakin meningkat setelah episode perdana spin-off tersebut tayang pada 7 Maret 2026. Di tengah euforia itu, Wacoal merilis koleksi khusus hasil kolaborasi dengan Girl from Nowhere.

Koleksi yang dinamai Dare Collection ini menampilkan desain dengan dominasi warna merah, hitam, dan putih, warna yang identik dengan karakter Nanno. Produk yang diluncurkan cukup beragam, mulai dari bra, celana dalam, kaos santai, celana pendek, hingga set pakaian tidur.

Secara konsep, kolaborasi tersebut sebenarnya dianggap wajar sebagai strategi pemasaran pop culture. Namun masalah muncul ketika salah satu poster kampanye memperlihatkan tiga siswi berada di dalam ruang kelas mengenakan seragam SMA. Dalam gambar tersebut, mereka tampak memperlihatkan underwear yang dikenakan.

Visual tersebut langsung memicu gelombang kritik dari warganet. Banyak pihak menilai iklan tersebut tidak sensitif karena menonjolkan unsur seksual pada seragam sekolah—yang secara budaya identik dengan pelajar di bawah umur.

Tekanan publik yang semakin besar akhirnya membuat perwakilan Wacoal Thailand merilis pernyataan resmi pada 9 Maret 2026. Mereka menginstruksikan seluruh cabang dan toko untuk segera menurunkan banner serta materi promosi kolaborasi tersebut di seluruh negara.

Dalam pernyataannya, pihak Wacoal mengaku menyesali konten visual yang telah dipublikasikan. Mereka menjelaskan konsep kolaborasi sebenarnya terinspirasi dari karakter Nanno dalam cerita Girl from Nowhere. Namun mereka juga mengakui penyampaian pesan dalam iklan tersebut menimbulkan kesalahpahaman dan kontroversi di masyarakat.

“Kami dengan tulus menyesali semua foto dan pesan yang sebelumnya dirilis. Kami menyampaikan permintaan maaf yang mendalam dan segera mengambil tindakan,” tulis perwakilan brand tersebut.

Meski demikian, banyak penggemar Girl from Nowhere tetap menyayangkan kampanye tersebut sempat dipublikasikan. Menurut mereka, serial ini sejak awal dikenal sebagai kritik sosial yang berfungsi sebagai “wake-up call” terhadap berbagai bentuk kejahatan dan penyimpangan di lingkungan sekolah.

Karena itu, sebagian penonton merasa kolaborasi iklan lingerie dengan visual yang melibatkan seragam sekolah justru bertentangan dengan pesan moral yang selama ini dibawa cerita Nanno.

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN