Dari Jakarta ke Paris: Ini 7 Label Fashion Perempuan Indonesia yang Jadi Rebutan di Pasar Global
JAKARTA, KUCANTIK.COM - Merayakan Hari Perempuan Internasional menjadi momen tepat untuk menilik deretan brand fashion lokal milik wanita Indonesia yang sukses menembus pasar global.
Dari panggung Paris hingga Melbourne, kreativitas desainer perempuan tanah air kini semakin diakui dunia melalui inovasi material dan pelestarian budaya yang autentik.
Beberapa nama besar seperti Buttonscarves, Monica Ivena, hingga legenda kain BINhouse membuktikan bahwa identitas Indonesia memiliki daya saing tinggi di industri mode internasional.
Simak ulasan lengkap mengenai tujuh label fashion Indonesia yang mendunia dan bagaimana para pengusaha perempuan ini membangun kekaisaran mode mereka hingga ke mancanegara.
1. Fuguku (Nonita Respati & Savira Lavinia)
Didirikan pada 2022, Fuguku mengusung konsep unik yang terinspirasi dari tekstur ikan buntal. Melalui teknik material yang edgy dan kontemporer, label ini sukses mencuri perhatian di pameran internasional seperti Premiere Classe Paris, bahkan kebanjiran pesanan dari pasar Italia dan kawasan Mediterania.
2. Studio Jeje (Angelita Nurhadi)
Angelita Nurhadi membawa Studio Jeje dikenal lewat desain yang playful namun penuh detail artistik. Prestasi terbarunya adalah terpilih sebagai salah satu label yang tampil di Melbourne Fashion Festival 2026, memperkuat eksistensi desainer lulusan ITB ini di kancah internasional.
3. ANW (Astrid Nadia Wiradinata & Ilaine Prasetyo)
Label eksperimental ini dikenal karena kepiawaiannya memanipulasi kain. ANW menggabungkan elemen tradisional, seperti motif bunga daster khas Indonesia, dengan gaya kontemporer melalui teknik bordir manual pada kain plisket. ANW juga turut mewakili Indonesia di ajang Melbourne Fashion Festival 2026.
4. Monica Ivena
Monica Ivena sukses membangun citra desain yang elegan, romantis, dan feminin. Kualitas rancangannya yang jempolan telah diakui dunia, terbukti dengan banyaknya pesohor global yang mengenakan karyanya, mulai dari Taylor Swift hingga Khloe Kardashian.
5. Buttonscarves (Linda Anggrea)
Berawal dari scarf bermotif monogram, Linda Anggrea berhasil membawa Buttonscarves menjadi raksasa modest fashion. Tidak hanya ekspansi toko ke luar negeri, kesuksesan Linda juga diakui secara global dengan masuknya ia ke dalam daftar bergengsi BoF 500 Class of 2025.
6. Lakon Indonesia (Thresia Mareta)
Thresia Mareta memiliki misi besar melestarikan budaya melalui desain modern. Berkat kolaborasi strategis dengan Pemerintah Prancis melalui program Pintu, koleksi Lakon Indonesia berhasil menembus department store mewah di Paris, Printemps Haussmann. Thresia bahkan dianugerahi penghargaan kehormatan dari Kementerian Kebudayaan Prancis pada 2025.
7. BINhouse (Josephine 'Obin' Komara)
Sebagai pionir, Obin telah membawa batik dan kain tradisional Indonesia ke level dunia sejak awal era 90-an. Di usia 70 tahun, "tukang kain" legendaris ini tetap aktif berkarya dan baru-baru ini masuk dalam daftar Forbes 50 Over 50 Asia tahun 2024.
Keberhasilan ketujuh brand fashion di atas menjadi bukti nyata bahwa visi yang kuat dan ketekunan mampu membawa karya lokal melampaui batas negara.
Para srikandi mode ini tidak hanya berperan sebagai pelaku bisnis, tetapi juga sebagai penjaga identitas budaya yang memperkenalkan kekayaan tekstil dan desain Indonesia kepada dunia.
Di momentum Hari Perempuan Internasional ini, semoga kisah sukses mereka dapat menginspirasi lebih banyak desainer muda untuk terus berinovasi dan berani membawa label kebanggaan Indonesia ke panggung internasional.
Mari kita terus dukung industri kreatif dalam negeri agar semakin banyak brand lokal yang bersinar secara global!
Komentar (0)
Belum ada komentar untuk Dari Jakarta ke Paris: Ini 7 Label Fashion Perempuan Indonesia yang Jadi Rebutan di Pasar Global .
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!