Profil Lengkap Vidi Aldiano: Sang 'Sutan Sari Alam' yang Gigih Melawan Kanker Ginjal Selama 7 Tahun

Ket. Vidi Aldiano.

Doc: Instagram @vidialdiano

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Dunia musik Tanah Air berduka atas kepergian Vidi Aldiano, penyanyi berbakat yang mengembuskan napas terakhirnya pada 7 Maret 2026.

Sosok yang dikenal lewat lagu hits "Nuansa Bening" ini meninggal dunia di usia 35 tahun setelah menunjukkan kegigihan luar biasa dalam berjuang melawan kanker ginjal stadium 3 selama tujuh tahun terakhir.

Kepergian suami dari Sheila Dara Aisha ini menyisakan kenangan mendalam, tidak hanya karena karya musiknya yang fenomenal, tetapi juga karena prestasi akademisnya yang gemilang.

Simak profil dan biodata lengkap Vidi Aldiano, mulai dari perjalanan karier, makna unik di balik namanya, hingga kronologi perjuangan medis yang sangat inspiratif.

Filosofi Nama dan Akar Musikalitas

Vidi tumbuh dalam keluarga yang sangat menghargai seni. Nama depannya, Oxavia, membawa filosofi tentang keseimbangan hidup.

Menariknya, nama belakang Aldiano merupakan ungkapan syukur sang ayah, Harry Kiss, yang merupakan akronim dari "Alhamdulillah Dia Nongol". Nama ini lahir dari momen dramatis saat persalinan Vidi dan ibunya, Besbarini, yang hampir tidak tertolong.

Bakat musiknya mengalir dari sang kakek, S. Darsih Kissowo, seorang penyanyi keroncong legendaris. Sejak usia dua setengah tahun, Vidi sudah mencicipi gelar juara lomba menyanyi, disusul dengan pendidikan piano dan biola sejak masa sekolah dasar.

Evolusi Karier: Dari "Nuansa Bening" hingga Triple Platinum

Memulai debut pada 2008 melalui album Pelangi di Malam Hari, Vidi langsung mencuri perhatian publik lewat lagu "Nuansa Bening" dan "Status Palsu".

Ia berhasil menyabet gelar Penyanyi Pria Terfavorit MTV Indonesia Awards 2009. Puncak kesuksesannya di jalur fisik tercapai lewat album Persona (2016) yang meraih sertifikasi Triple Platinum hanya dalam waktu lima bulan.

Dedikasi Akademis dan Gelar Adat

Berbeda dengan citra artis yang sering meninggalkan pendidikan, Vidi dikenal sebagai sosok "kutu buku". Ia meraih gelar sarjana Manajemen dari Universitas Pelita Harapan (IPK 3,62) dan melanjutkan gelar Magister di University of Manchester, Inggris. Ia lulus dengan predikat cumlaude pada 2015.

Setelah mempersunting Sheila Dara Aisha pada Januari 2022, Vidi dianugerahi gelar adat Minangkabau, Sutan Sari Alam, yang menjadikannya bagian dari keluarga besar Bukittinggi.

Kronologi Perjuangan Melawan Kanker Ginjal

Perjalanan kesehatan Vidi adalah kisah perjuangan yang sunyi namun kuat.

  • 2019: Vonis kanker ginjal stadium 3 dan operasi pengangkatan ginjal kiri di Singapura.

  • 2021: Sel kanker kembali ditemukan pada bantalan ginjal, mengharuskannya menjalani kemoterapi setiap tiga minggu.

  • 2024: Menjalani detoksifikasi di Thailand yang sempat mempengaruhi kondisi mentalnya karena penurunan berat badan drastis.

Meski sempat mengalami gangguan kecemasan hingga pingsan sebelum tampil di tahun 2018, Vidi selalu berusaha tampil profesional di depan penggemarnya. Ia mengajarkan bahwa kesakitan tidak menghalangi seseorang untuk tetap memberikan energi positif bagi orang lain.

Kini, Oxavia Aldiano atau Vidi Aldiano telah menyelesaikan seluruh tugasnya di dunia dengan meninggalkan warisan seni yang tak ternilai. Ia membuktikan bahwa keterbatasan fisik akibat sakit bukanlah penghalang untuk tetap berprestasi dan menebar energi positif kepada sesama.

Semangat "Sutan Sari Alam" dalam menghadapi setiap ujian hidup akan selalu menjadi inspirasi, terutama bagi mereka yang juga sedang berjuang melawan penyakit berat.

Selamat jalan, Vidi, suara merdu dan senyum tulusmu akan selalu abadi di hati seluruh masyarakat Indonesia. Doa terbaik menyertai kepulanganmu ke sisi Sang Pencipta.

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN