20 Unta Didiskualifikasi karena Botox dan Filler di Kontes Kecantikan Unta 2026, Ambisi Juara Berujung Skandal

Ket. Kontes kecantikan unta.

Doc: Istimewa

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Kontes kecantikan ternyata bukan hanya milik manusia. Di Timur Tengah, ajang adu pesona unta sudah menjadi tradisi bergengsi dengan hadiah fantastis dan gengsi tinggi. Namun pada 2026, dunia kembali dikejutkan dengan kabar tak sedap, 20 ekor unta didiskualifikasi karena terbukti menjalani prosedur kosmetik seperti Botox dan filler.

Skandal ini mencuat dalam ajang Camel Beauty Show Festival 2026 yang digelar di Oman. Berdasarkan laporan media internasional, pemeriksaan dokter hewan menemukan adanya manipulasi fisik pada sejumlah peserta. Beberapa unta kedapatan disuntik asam hialuronat untuk membuat bibir terlihat lebih tebal dan menarik.

Tak berhenti di situ, filler dan silikon juga digunakan demi membentuk profil hidung lebih proporsional. Bahkan, ada penggunaan lilin silikon untuk membuat punuk tampak lebih penuh. Botox sendiri dipakai untuk melembutkan ekspresi wajah unta agar terlihat lebih tenang dan memesona di hadapan juri.

Standar Kecantikan Unta yang Ketat

Layaknya kontes Miss Universe, penilaian tidak hanya berfokus pada satu aspek. Dalam kontes unta, terdapat empat kategori utama:
- Bulu (harus berkilau dan sehat).
- Leher (panjang dan lebar).
- Kepala (besar dengan bibir tebal dan bulu mata lentik).
- Punuk (proporsional dan indah).

Karena standar inilah, sebagian pemilik tergoda melakukan berbagai cara instan. Bahkan dilaporkan ada praktik suntik hormon untuk membentuk definisi otot agar tubuh unta terlihat lebih gagah dan simetris.

Bukan Skandal Pertama

Kasus serupa pernah terjadi sebelumnya. Pada 2018, dalam ajang King Abdulaziz Camel Festival di Arab Saudi, selusin unta didiskualifikasi karena dugaan suntikan filler dan toksin botulinum di bagian bibir.

Kemudian pada 2021, lebih dari 40 unta kembali dikeluarkan dari kompetisi akibat penggunaan karet gelang untuk membentuk hidung serta pemberian hormon tambahan demi meningkatkan penampilan fisik.

Artinya, praktik manipulasi kosmetik dalam kontes unta bukan fenomena baru, melainkan masalah berulang yang sulit diberantas.

Isu Etika dan Kesehatan Hewan

Di balik ambisi memenangkan hadiah dan prestise, para ahli hewan menyoroti dampak serius dari prosedur tersebut. Penggunaan Botox, asam hialuronat, silikon, dan hormon pada hewan dapat memicu berbagai risiko kesehatan, seperti:
- Rasa sakit dan pembengkakan.
- Infeksi serta memar.
- Nekrosis jaringan (kematian sel).
- Pembentukan abses.

Selain dianggap sebagai bentuk kecurangan, praktik ini juga dinilai sebagai kekerasan terhadap hewan karena memaksa mereka menjalani prosedur yang tidak alami demi standar estetika buatan manusia.

Skandal di Oman ini kembali membuka perdebatan, sampai sejauh mana ambisi dan gengsi boleh mengorbankan kesejahteraan hewan? Kontes kecantikan unta mungkin tradisi budaya yang kuat, tetapi integritas dan etika tetap menjadi taruhan utama.

Apakah regulasi yang lebih ketat akan benar-benar menghentikan praktik ini? Atau skandal serupa akan terus terulang di masa depan?

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN