Berat Badan Anak Turun Saat Puasa? Ini Kunci agar Tetap Stabil dan makin Sehat Selama Ramadan!
Senin, 02 Mar 2026, 10:30 WIBJAKARTA, KUCANTIK.COM - Memasuki Ramadan, banyak orang tua mulai khawatir melihat perubahan pola makan anak. Wajar saja, selama berpuasa anak harus menahan lapar dan haus hingga waktu berbuka. Tak sedikit Ayah dan Bunda bertanya-tanya, bagaimana cara menjaga agar berat badan anak tidak turun selama puasa?
Merujuk anjuran Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, asupan gizi seimbang tetap menjadi kunci utama. Meski jam makan berubah, kebutuhan kalori dan nutrisi anak tidak boleh diabaikan. Sahur dan berbuka harus dimanfaatkan sebagai momen penting untuk memenuhi energi harian mereka.
Kapan Anak Boleh Mulai Belajar Puasa?
Secara syariat, puasa diwajibkan bagi Muslim yang sudah baligh. Namun secara medis, anak usia sekolah sekitar 8â9 tahun umumnya sudah boleh mulai belajar berpuasa secara bertahap. Tetap perhatikan kondisi fisik anak dan jangan memaksakan bila mereka terlihat lemas atau tidak kuat.
Kunci Agar Berat Badan Anak Tidak Turun
Puasa bukan berarti asupan gizi berkurang. Justru, pola makan perlu diatur lebih cermat agar kebutuhan kalori tetap terpenuhi.
1. Pastikan Gizi Seimbang
Pastikan menu sahur dan berbuka mengandung karbohidrat kompleks, protein hewani dan nabati, sayur, buah, serta cukup air putih. Karbohidrat kompleks membantu energi bertahan lebih lama, protein mendukung pertumbuhan, dan serat menjaga pencernaan tetap lancar.
2. Batasi Fast Food dan Jajanan Sembarangan
Makanan cepat saji umumnya tinggi gula, garam, dan lemak. Selain rendah nutrisi, konsumsi berlebihan bisa membuat anak cepat kenyang tapi tidak mendapatkan zat gizi optimal. Kebersihan jajanan kaki lima juga perlu diperhatikan.
3. Tetap Aktif dengan Olahraga Ringan
Ajak anak melakukan aktivitas fisik ringan seperti berjalan santai di sore hari. Gerak tubuh membantu menjaga metabolisme tetap baik dan mencegah anak merasa lesu selama puasa.
4. Pilih Menu Sahur Bernutrisi Tinggi
Salah satu menu sahur yang direkomendasikan adalah sayur sop ayam telur puyuh. Menu ini kaya protein, karbohidrat, dan vitamin dari aneka sayuran. Dalam satu porsi, kandungan kalorinya cukup untuk menunjang energi anak selama berpuasa.
Kombinasi ayam sebagai sumber protein hewani, telur puyuh, serta sayuran seperti wortel dan kol membantu menjaga daya tahan tubuh sekaligus mendukung pertumbuhan. Disajikan dengan nasi hangat, menu ini menjadi paket lengkap untuk sahur sehat.
Kenapa Kalori dan Protein Itu Penting?
Selama puasa, tubuh menggunakan cadangan energi lebih lama dari biasanya. Karbohidrat kompleks memberikan energi bertahap, sementara protein membantu mempertahankan massa otot dan berat badan. Tanpa asupan cukup, anak bisa mengalami penurunan berat badan dan mudah lelah.
Selain itu, pastikan anak minum cukup air saat sahur dan berbuka untuk mencegah dehidrasi.
Puasa seharusnya menjadi momen melatih kedisiplinan sekaligus menjaga kesehatan, bukan membuat anak kekurangan nutrisi. Dengan perencanaan menu yang tepat dan pola hidup seimbang, berat badan anak tetap stabil dan energi mereka terjaga sepanjang Ramadan.
Yuk, mulai siapkan menu sahur sehat dari sekarang agar Si Kecil tetap aktif, ceria, dan tumbuh optimal meski sedang berpuasa!
- ramadan 2026
- ramadan
Redaktur: Alfina Febriyana
Penulis: Alfina Febriyana
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.