Sisi Gelap KPop Terkuak! Miris, Siklus Menstruasi Idol Wanita Bisa Terhenti Akibat Diet Ekstrem dan Tekanan Industri

Ket. Realita kehidupan menstruasi idol KPop.

Doc: Koreaboo

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Di balik gemerlap panggung dan senyum sempurna para idol KPop, tersembunyi realitas yang jarang dibicarakan, kesehatan reproduksi mereka bisa terganggu akibat jadwal padat dan tekanan ekstrem. Publik mungkin melihat kehidupan glamor penuh sorotan, tetapi di balik layar, banyak idol perempuan menghadapi masalah serius, termasuk siklus menstruasi yang tidak teratur, bahkan terhenti.

Menjadi idol berarti hidup dalam rutinitas tanpa jeda. Sejak masa trainee hingga debut, jadwal mereka dipenuhi latihan intens, rekaman, promosi, dan penampilan tanpa henti. Dalam sistem yang sangat kompetitif ini, kondisi fisik sering kali dipaksa untuk terus prima. Sayangnya, ketika tubuh memberi sinyal kelelahan atau rasa sakit, hal tersebut kerap dianggap sebagai hambatan bagi performa grup.

Isu menstruasi menjadi salah satu tantangan besar yang jarang disorot. Banyak perempuan mengalami nyeri hebat, mual, sakit kepala, hingga kelelahan saat siklus bulanan datang. Namun bagi idol, istirahat bukanlah pilihan mudah.

Pengakuan mengejutkan datang dari Tina, mantan anggota Blady, yang kini dikenal sebagai Soobin atau Christine. Ia berbagi pengalaman dalam video YouTube milik Anthony Padilla, salah satu pendiri Smosh.

Tina mengungkap bagaimana latihan yang melelahkan sangat membebani tubuhnya. Dalam satu momen, ia harus tetap datang latihan meski mengalami kram menstruasi yang sangat parah. Ketika ia meminta izin untuk beristirahat sejenak, respons yang diterimanya justru bernada tekanan, “Apakah menurutmu idol KPop lain akan beristirahat?”

Pernyataan tersebut mencerminkan budaya kerja yang keras, yang mana rasa sakit dianggap bagian dari harga menuju kesuksesan. Anthony pun menyoroti pola pikir seperti ini tidak hanya terjadi di industri hiburan Korea, tetapi juga di banyak tempat kerja lain, di mana keluhan terkait menstruasi sering tidak dianggap serius.

Tak berhenti di situ, Tina juga menceritakan bagaimana ia pernah dipaksa mengenakan pakaian putih saat mengalami siklus berat. Situasi tersebut membuatnya merasa cemas sepanjang penampilan. Ia bahkan terus-menerus meminta anggota lain memeriksa apakah terjadi kebocoran di tengah jadwal yang padat dan koreografi intens.

Dalam pengakuan lainnya di kanal YouTube pribadi, Tina menyinggung isu yang lebih mengkhawatirkan, banyak idol perempuan yang tidak mendapatkan menstruasi selama berbulan-bulan. Penyebabnya? Diet ekstrem, tekanan berat, dan stres berkepanjangan. Kondisi ini secara medis dikenal sebagai amenore, dan bukanlah hal yang sehat.

Tubuh perempuan membutuhkan keseimbangan nutrisi dan istirahat yang cukup agar sistem hormon tetap stabil. Ketika asupan kalori ditekan secara drastis dan stres meningkat, tubuh dapat mematikan fungsi reproduksi sebagai mekanisme bertahan hidup. Dalam jangka panjang, hal ini bisa berdampak pada kesehatan tulang, metabolisme, hingga kesuburan.

Kisah Tina membuka mata banyak penggemar tentang sisi gelap industri KPop yang jarang terekspos. Jika menjadi idol saja sudah penuh tekanan mental dan fisik, menghadapi siklus menstruasi yang menyakitkan tanpa empati dari manajemen tentu memperberat beban tersebut.

Di balik koreografi energik dan visual sempurna, ada perjuangan yang tak selalu terlihat. Pengakuan ini bukan sekadar cerita pribadi, tetapi pengingat kesehatan, khususnya kesehatan reproduksi seharusnya menjadi prioritas, bukan dikorbankan demi citra dan performa.

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN