Inara Rusli Akui Salah dan Bodoh, Ungkap Penyesalan Percaya Insanul Fahmi Suami Wardatina Mawa

Ket. Inara Rusli.

Doc: Instagam/@mommy_starla

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Konflik rumah tangga yang menyeret Inara Rusli, Insanul Fahmi, dan Wardatina Mawa kian memanas dan belum menunjukkan tanda-tanda akan segera usai. Drama yang awalnya dianggap persoalan pribadi kini berkembang menjadi polemik publik yang sarat tudingan, sindiran, hingga proses hukum.

Di tengah derasnya hujatan warganet, Inara Rusli akhirnya angkat suara. Melalui unggahan Instagram Story, ia menjawab berbagai komentar pedas yang menyudutkan dirinya, terutama terkait keputusan menjalani pernikahan siri dengan Insanul Fahmi, keputusan yang membuatnya dicap sebagai pelakor oleh sebagian netizen.

Dalam pernyataan yang mengejutkan, mantan istri Virgoun itu secara terbuka mengakui kekeliruannya. Ia menyebut dirinya salah dan bodoh karena terlalu mudah percaya pada narasi yang disampaikan Insanul Fahmi saat itu.

“Dengan keadaan kayak gini? Saya akui, saya salah dan bodoh,” tulis Inara di akun Instagram pribadinya. 

Ia mengungkap dirinya percaya Insanul sudah berubah pikiran dan menerima keadaan, serta tidak lagi terpengaruh pihak-pihak yang disebutnya tidak bertanggung jawab. Namun realitas yang terjadi justru berbanding terbalik dengan keyakinannya kala itu.

Pengakuan tersebut menjadi sorotan karena sebelumnya Inara juga sempat ditanya soal kesediaannya dipoligami. Banyak warganet kembali mengungkit pernyataan lamanya, seolah mempertanyakan konsistensinya. Menanggapi komentar bernada sindiran itu, Inara tak lagi defensif. Ia mengakui telah salah menilai situasi dan orang yang dipercayainya.

Kini, di bulan Ramadan, Inara menyatakan ingin fokus menjalani hidupnya dan membesarkan anak-anaknya. Meski demikian, ia menegaskan tetap menghormati dan mengikuti proses hukum yang sedang berjalan.

Kasus ini memang tak hanya berhenti pada konflik personal. Wardatina Mawa sudah melaporkan dugaan perselingkuhan dan perzinaan ke Polda Metro Jaya. Laporan tersebut membuat persoalan semakin kompleks karena kini menyangkut ranah hukum.

Saling tuding antara pihak-pihak terkait pun terus terjadi di ruang publik. Media sosial menjadi arena baru pertarungan opini, di mana masing-masing kubu berusaha membela diri sekaligus menyampaikan versinya sendiri. Publik pun terbelah, ada yang bersimpati pada Inara, ada pula yang tetap mengkritiknya.

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN