Bukan Sekadar Takjil! Kolang Kaling Terbukti Ampuh Lancarkan BAB Saat Puasa? Ini Fakta Ilmiahnya

Rabu, 25 Feb 2026, 13:30 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Saat Ramadan tiba, kolang kaling hampir tak pernah absen dari meja berbuka. Dicampur dalam es buah, kolak, atau dijadikan manisan dingin, teksturnya yang kenyal dan rasanya yang ringan membuat banyak orang menyukainya. Namun di balik tampilan kolang kaling yang sederhana, muncul pertanyaan menarik, benarkah kolang kaling bisa membantu melancarkan buang air besar (BAB) saat puasa?

Selama berpuasa, tubuh tidak mendapat asupan cairan lebih dari 12 jam. Perubahan jadwal makan dan minum ini berdampak langsung pada sistem pencernaan. Tak sedikit orang mengeluhkan frekuensi BAB yang menurun, bahkan mengalami sembelit. Kondisi ini umumnya dipicu kurangnya asupan cairan dan serat, serta kebiasaan berbuka dengan makanan manis rendah serat.

Kandungan Kolang Kaling dan Perannya untuk Usus

Kolang kaling berasal dari buah pohon aren atau Arenga pinnata. Dalam 100 gram kolang-kaling, terkandung sekitar 94 persen air dan 1,6 gram serat pangan. Kombinasi air dan serat inilah yang membuat kolang kaling sering dikaitkan dengan kelancaran pencernaan.

Serat berfungsi meningkatkan massa feses dan membantu mempertahankan kadar air di dalamnya. Dengan begitu, tekstur feses menjadi lebih lunak dan mudah dikeluarkan. Serat juga mendukung pergerakan usus (motilitas) agar lebih teratur.

Tinjauan ilmiah yang dipublikasikan dalam jurnal Nutrients pada 2022 menunjukkan peningkatan konsumsi serat berkaitan dengan perbaikan gejala konstipasi, termasuk frekuensi BAB yang lebih stabil dan konsistensi feses yang lebih baik. Hal serupa juga ditegaskan dalam World Journal of Gastroenterology, yang menyebut kecukupan cairan dan serat sebagai faktor utama menjaga kesehatan saluran cerna.

Artinya, kolang kaling memang bisa berkontribusi membantu melancarkan BAB, tetapi bukan sebagai solusi tunggal.

Mengapa Puasa Rentan Sebabkan Sembelit?

Ket. Foto: Potret kolang kaling. — Sumber: Istimewa

Saat tubuh kekurangan cairan, usus besar akan menyerap lebih banyak air dari sisa makanan. Akibatnya, feses menjadi lebih kering dan padat. Jika saat sahur dan berbuka tidak disertai asupan serat yang cukup, risiko sembelit makin meningkat.

Selain itu, ritme makan yang berubah drastis juga memengaruhi refleks alami usus. Biasanya, sistem pencernaan aktif sepanjang hari, tetapi saat puasa hanya bekerja optimal pada dua waktu utama: setelah berbuka dan setelah sahur.

Cara Konsumsi Kolang Kaling agar Manfaatnya Maksimal

Meski mengandung serat dan air, cara penyajian kolang kaling tetap menentukan manfaatnya. Penggunaan sirup dan gula berlebihan justru bisa membuat tubuh cepat haus dan meningkatkan asupan kalori.

Agar lebih optimal, kolang kaling bisa direbus lalu dipadukan dengan buah tinggi serat seperti pepaya, pir, atau semangka. Kombinasi ini membantu memperkaya variasi serat dalam satu sajian.

Tak kalah penting, penuhi kebutuhan air putih dari berbuka hingga sahur. Serat hanya bekerja efektif jika dibarengi cairan yang cukup. Tanpa itu, serat justru bisa memperparah sembelit.

Jadi, Ampuh atau Tidak?

Kolang kaling bukan obat ajaib untuk sembelit. Namun, sebagai sumber tambahan serat dan cairan yang mudah ditemukan saat Ramadan, ia bisa menjadi bagian dari strategi menjaga kesehatan pencernaan.

Kunci utamanya tetap pada pola makan seimbang, cukup sayur, buah, dan air putih. Dengan pilihan menu berbuka yang lebih sadar gizi, tubuh akan terasa lebih nyaman menjalani puasa, tanpa drama susah BAB.

  • Sembelit
  • BAB

Redaktur: Alfina Febriyana

Penulis: Alfina Febriyana

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.