Min Hee Jin Murka! Ancam Seret Dispatch ke Jalur Hukum Usai Bongkar Isu Panas NewJeans

Doc: Instagram/@lingling_group

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Ketegangan antara Min Hee Jin dan media hiburan ternama Korea Selatan, Dispatch, kembali memanas. Baru-baru ini, Dispatch merilis laporan eksklusif yang mengulas dugaan rencana Min Hee Jin untuk mengambil alih NewJeans di tengah konflik internal yang telah berlangsung berbulan-bulan. 

Laporan tersebut memuat berbagai detail sensitif, mulai dari pertemuan NewJeans dengan seorang kakek bangsawan Jepang, pembahasan terkait penampilan di ComplexCon, hingga pesan teks pribadi antara Min Hee Jin dan ibu dari Danielle.

Tak hanya itu, Dispatch juga menyinggung dugaan bahwa Min Hee Jin berada di balik arahan konferensi pers pemutusan kontrak NewJeans. Rangkaian klaim tersebut langsung memicu reaksi keras dari sang mantan CEO ADOR itu. Melalui Instagram story pribadinya, Min Hee Jin melontarkan kritik tajam yang secara terbuka menantang kredibilitas laporan Dispatch.

Dalam unggahannya, ia menyindir laporan tersebut sebagai “DAVOLINK musim 2,” merujuk pada polemik sebelumnya yang juga menyeret namanya. “Tidak akan ada yang percaya lagi pada fiksi semacam itu,” tulisnya di laman Instagram pribadinya.

Ia bahkan menilai gaya pemberitaan tersebut sebagai upaya melebih-lebihkan dan menciptakan narasi dari ketiadaan fakta. Sindiran itu memperlihatkan betapa seriusnya Min memandang tuduhan yang dialamatkan kepadanya.

Lebih jauh, Min Hee Jin menegaskan bahwa media seharusnya memprioritaskan investigasi terhadap pihak-pihak yang tengah diperiksa secara kriminal, alih-alih mengangkat persoalan perdata yang menurutnya bersifat pribadi. Ia juga menuding adanya upaya “pemasaran viral terbalik” pasca kemenangan gugatan yang ia raih minggu lalu. Menurutnya, pola pemberitaan tersebut terasa klise dan sarat kepentingan.

Ancam Seret ke Jalur Hukum

Pernyataan paling tegas muncul ketika Min menegaskan haknya untuk membantah klaim dalam setiap pemberitaan. Ia meminta Dispatch menghentikan penyebaran informasi yang dianggap palsu serta mematuhi etika jurnalistik. Tak berhenti di situ, Min Hee Jin juga mengancam akan menempuh jalur hukum, baik secara perdata maupun pidana, atas laporan yang dinilai merugikan dirinya.

Ancaman tersebut tidak hanya ditujukan kepada Dispatch. Min menyatakan bahwa media lain yang menyalin artikel tanpa verifikasi dan memanfaatkan isu ini demi mendongkrak jumlah kunjungan halaman juga akan dimintai pertanggungjawaban.

“Saya sudah muak dengan ini,” tegasnya, menunjukkan kelelahan sekaligus kemarahannya terhadap situasi yang terus berkembang.

Konflik ini semakin memperlihatkan betapa kompleksnya dinamika antara figur industri hiburan dan media di Korea Selatan. Di satu sisi, publik haus akan informasi di balik layar industri K-pop. Namun di sisi lain, batas antara hak publik untuk tahu dan hak individu atas privasi kerap menjadi perdebatan panjang.

Kini, sorotan tertuju pada langkah hukum yang akan diambil Min Hee Jin serta respons lanjutan dari Dispatch. Apakah ini akan berujung pada pertarungan hukum terbuka, atau sekadar perang pernyataan di ruang publik, waktu yang akan menjawab.***

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN