Jangan Sampai Salah! Ini Niat dan Tata Cara Mandi Wajib Setelah Haid Saat Puasa yang Wajib Muslimah Tahu
Minggu, 22 Feb 2026, 15:30 WIBJAKARTA, KUCANTIK.COMÂ - Perempuan yang sedang haid tidak diperbolehkan menjalankan puasa Ramadan karena kondisi tersebut termasuk hadas besar atau keadaan tidak suci. Jika tetap berpuasa saat haid, maka puasanya dianggap tidak sah.
Setelah masa menstruasi berakhir, seorang muslimah wajib melakukan mandi wajib agar dapat kembali menjalankan ibadah seperti salat dan puasa. Karena itu, memahami niat dan tata caranya sangat penting agar proses bersuci dilakukan dengan benar sesuai syariat.
Bacaan Niat Mandi Wajib Setelah Haid
Sebelum memulai mandi wajib, dianjurkan membaca niat berikut:
Arab:
ÙÙÙÙÙÙØªÙ اÙÙØºÙسÙÙÙ ÙÙØ±ÙÙÙØ¹Ù اÙÙØÙØ¯Ùث٠اÙÙØ£ÙÙÙØ¨Ùر٠Ù
ÙÙ٠اÙÙØÙÙÙØ¶Ù ÙÙÙÙÙ°ÙÙ ØªÙØ¹ÙاÙÙÙ
Latin:
Nawaitu ghusla liraf'il hadatsil akbari minal haidil fardhal lillahi ta'ala.
Artinya:
âAku niat mandi untuk menghilangkan hadas besar dari haid, fardhu karena Allah Ta'ala.â
Niat ini dibaca sebelum mulai menyiramkan air ke tubuh.
Tata Cara Mandi Wajib Setelah Haid yang Benar
Tata cara mandi wajib setelah haid dimulai dengan membaca niat, lalu dilanjutkan dengan membersihkan anggota tubuh secara berurutan hingga seluruh badan terkena air. Urutan ini penting diperhatikan agar proses bersuci dinilai sah menurut syariat.
Berikut langkah-langkah yang dapat diikuti:
-
Awali dengan membaca niat mandi wajib: âNawaitu ghusla liraf'il hadatsil akbari minal haidil fardhal lillahi ta'ala.â
-
Cuci kedua telapak tangan sebanyak tiga kali.
-
Bersihkan area kemaluan serta bagian tubuh lain yang tersembunyi seperti dubur, pusar, sela-sela kaki, dan ketiak menggunakan tangan kiri.
-
Setelah itu, basuh kembali kedua tangan, bisa dengan air saja atau menggunakan sabun.
-
Lanjutkan dengan berwudhu sebagaimana tata cara wudhu dalam syariat Islam.
-
Guyur kepala sebanyak tiga kali hingga air merata ke kulit kepala.
-
Terakhir, siram seluruh tubuh dari ujung rambut hingga kaki, dimulai dari sisi kanan lalu kiri sampai benar-benar merata.
Usai melakukan tata cara mandi wajib setelah haid, disarankan untuk berwudhu. Berikut ini adalah bacaan doa setelah wudhu:
Ø§Ø´Ø§Ø¯Ù Ø§Ù ÙØ¢ ÙÙØ§Ùا ÙÙÙØ§ÙÙØ§ÙÙ ÙØ§ÙداÙÙ ÙØ¢ شارÙÙØ§ ÙØ§ÙÙØ ÙØ§ Ø§Ø´ÙØ§Ø¯Ù اÙÙØ§ Ù ÙÙØ§Ù ٠ادا٠ابدÙÙÙ ÙØ§ راسÙÙÙÙÙØ اÙÙØ§ÙÙ٠٠اءجاÙÙÙ Ù ÙÙØ§ØªØªØ§ÙÙØ§Ø¨ÙÙØ§Ø ÙØ§Ø¬Ø£ÙÙÙ Ù ÙÙØ§ÙØ¡Ù ÙØªØ§ØªÙاÙÙØ±Ø±ÙÙØ§".
Arab latin: Asyhadu an laa ilaha illallahu wahdahu laa syarika lahu, wa asyhadu anna Muhammadan abduhu wa Rasuluhu, allahumma-jalni minattawwabina, waj-alni minal-mutathahirrina.
Artinya: "Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah Yang Esa, tiada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad itu hamba-Nya dan utusan-Nya."
Memahami tata cara mandi wajib setelah haid sangat penting agar ibadah puasa dan salat kembali sah. Pastikan setiap langkah dilakukan dengan tertib dan disertai niat yang tulus.
- puasa ramadan
- niat dan tata cara mandi wajib setelah haid
Redaktur: Afifa Khoirunnisa
Penulis: Afifa Khoirunnisa
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.