Terbiasa Minum Teh Saat Sahur? Ini 5 Dampak yang Bisa Ganggu Puasa Seharian
Jum'at, 20 Feb 2026, 06:00 WIBJAKARTA, KUCANTIK.COM - Bulan Ramadan identik dengan beragam pilihan minuman untuk sahur dan berbuka puasa. Salah satu yang paling populer adalah teh hangat maupun teh manis.
Banyak orang menganggap teh sebagai minuman ringan yang aman dikonsumsi kapan saja, termasuk saat perut kosong setelah seharian menahan lapar dan haus.
Namun, di balik rasanya yang menenangkan, konsumsi teh saat sahur dan berbuka ternyata perlu mendapat perhatian khusus. Kandungan kafein dan zat aktif lain di dalam teh dapat memengaruhi kondisi tubuh, terutama ketika sistem pencernaan sedang sensitif setelah berpuasa.
Efeknya mungkin tidak langsung terasa, tetapi bisa berdampak pada kenyamanan berpuasa sepanjang hari.
Mulai dari gangguan lambung hingga kualitas tidur yang menurun, kebiasaan minum teh pada waktu yang kurang tepat dapat memicu sejumlah masalah kesehatan.
Oleh karena itu, penting memahami alasan mengapa teh tidak selalu menjadi pilihan terbaik saat sahur maupun berbuka. Berikut sejumlah penyebab yang perlu diperhatikan sebelum mengonsumsi teh selama Ramadan.
1. Memicu Asam Lambung Naik
Teh mengandung kafein yang memang dapat memberikan efek menyegarkan dan meningkatkan fokus. Namun di sisi lain, kafein juga dapat merangsang produksi asam lambung. Kondisi ini berisiko menimbulkan rasa tidak nyaman pada perut, terutama bagi penderita maag atau gangguan lambung lainnya.
Saat sahur, perut berada dalam kondisi kosong. Jika langsung diisi dengan minuman berkafein seperti teh, produksi asam lambung bisa meningkat dan memicu sensasi perih, mual, atau bahkan nyeri ulu hati. Begitu pula saat berbuka, ketika lambung baru saja menerima asupan setelah seharian kosong.
2. Mengganggu Kualitas Tidur
Kafein dalam teh dapat bertahan di dalam tubuh selama beberapa jam. Jika dikonsumsi saat sahur, efek stimulasinya berpotensi mengganggu pola tidur setelah salat Subuh. Padahal, waktu istirahat yang cukup sangat penting untuk menjaga stamina selama berpuasa.
Kurang tidur dapat membuat tubuh cepat lelah, sulit berkonsentrasi, dan tidak berenergi sepanjang hari. Mengurangi konsumsi minuman berkafein, termasuk teh, menjadi salah satu cara untuk menjaga kualitas tidur selama Ramadan.
3. Menurunkan Kadar Cairan Tubuh
Teh memiliki efek diuretik, yaitu meningkatkan produksi urine. Jika diminum secara berlebihan saat sahur atau berbuka, tubuh bisa kehilangan lebih banyak cairan. Dalam kondisi berpuasa yang membatasi asupan minum selama belasan jam, efek ini berpotensi meningkatkan risiko dehidrasi.
Dehidrasi dapat memicu gejala seperti lemas, pusing, hingga sakit kepala. Karena itu, air putih tetap menjadi pilihan terbaik untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh selama Ramadan.
4. Memperlambat Penyerapan Nutrisi
Selain kafein, teh juga mengandung polifenol. Zat ini diketahui dapat menghambat penyerapan beberapa nutrisi penting, seperti zat besi dan kalsium. Jika dikonsumsi bersamaan dengan makanan utama saat sahur atau berbuka, penyerapan nutrisi dari makanan bisa menjadi kurang optimal.
Dalam jangka panjang, kondisi ini berpotensi memengaruhi status gizi, terutama pada individu yang memang memiliki risiko kekurangan zat besi.
5. Meningkatkan Gula Darah
Teh yang dikonsumsi saat Ramadan umumnya disajikan dalam bentuk teh manis. Penambahan gula dalam jumlah cukup tinggi dapat meningkatkan kadar gula darah secara cepat. Lonjakan gula darah ini kemudian diikuti dengan peningkatan hormon insulin dalam tubuh.
Jika terjadi berulang, kondisi tersebut dapat membuat tubuh cepat merasa lemas setelah efek gula menurun. Oleh sebab itu, membatasi penggunaan gula atau memilih alternatif minuman yang lebih sehat menjadi langkah bijak selama menjalani ibadah puasa.
Dengan memahami berbagai dampak tersebut, masyarakat diharapkan lebih bijak dalam memilih minuman saat sahur dan berbuka. Teh memang memiliki manfaat, tetapi waktu dan cara konsumsinya perlu diperhatikan agar puasa tetap lancar dan tubuh tetap sehat sepanjang Ramadan.
- Dampak Minum Teh Saat Sahur
- Minum Teh Saat Sahur
Redaktur: Fitrya A Kusumah
Penulis: Fitrya A Kusumah
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.