Jangan Salah Pilih Menu! Begini Tips Sahur untuk Penderita Gerd Agar Tetap Bertenaga
Rabu, 18 Feb 2026, 10:00 WIBJAKARTA, KUCANTIK.COM - Menjalani puasa bagi penderita GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) kerap menimbulkan kekhawatiran tersendiri.
Keluhan seperti rasa perih di ulu hati, mual, dada terasa panas (heartburn), hingga tenggorokan terasa asam bisa muncul apabila salah memilih menu sahur.
Kondisi ini terjadi karena perubahan pola makan selama Ramadan membuat lambung harus beradaptasi dengan jeda waktu panjang tanpa asupan makanan dan minuman.
Pada sebagian orang, jeda yang panjang tersebut dapat memicu produksi asam lambung menjadi tidak stabil. Jika ditambah dengan konsumsi makanan yang kurang tepat saat sahur, risiko refluks atau naiknya asam lambung bisa semakin besar.
Meski demikian, bukan berarti penderita GERD tidak bisa menjalani puasa dengan nyaman.
Kunci utamanya terletak pada pemilihan makanan yang tepat, pengaturan porsi, serta kebiasaan setelah makan sahur. Dengan strategi yang benar, risiko asam lambung naik dapat diminimalkan sehingga tubuh tetap bertenaga dan ibadah puasa bisa dijalani dengan lebih tenang.
Tips Sahur untuk Penderita GERD
1. Pilih Karbohidrat Kompleks
Karbohidrat kompleks dianjurkan karena lebih lambat dicerna tubuh. Proses cerna yang lebih stabil membantu menjaga kadar energi tetap seimbang dan mengurangi risiko lonjakan asam lambung. Beberapa pilihan yang dapat dikonsumsi antara lain oatmeal, nasi merah, roti gandum utuh, dan kentang rebus.
Sebaliknya, makanan yang terlalu berminyak atau digoreng sebaiknya dihindari. Jenis makanan ini dapat memperlambat pengosongan lambung dan memicu refluks, terutama saat perut kosong dalam waktu lama.
2. Konsumsi Protein Rendah Lemak
Protein tetap penting saat sahur untuk membantu rasa kenyang bertahan lebih lama. Namun, penderita GERD disarankan memilih sumber protein rendah lemak agar tidak memicu iritasi lambung.
Dada ayam tanpa kulit, ikan kukus atau panggang, tahu, tempe, serta telur rebus menjadi pilihan yang relatif aman.
Sebaliknya, makanan bersantan kental atau daging berlemak sebaiknya dibatasi karena dapat memperburuk gejala GERD dan memicu rasa tidak nyaman sepanjang hari.
3. Hindari Makanan dan Minuman Pemicu Asam Lambung
Beberapa jenis makanan diketahui dapat melemahkan katup lambung sehingga asam lebih mudah naik ke kerongkongan. Makanan pedas, cokelat, makanan asam, serta minuman bersoda dan berkafein termasuk yang perlu dihindari saat sahur.
Jika ingin mengonsumsi minuman hangat, teh herbal tanpa kafein seperti chamomile bisa menjadi alternatif yang lebih ramah bagi lambung.
4. Makan Secukupnya dan Jangan Terlalu Kenyang
Mengonsumsi makanan dalam porsi besar saat sahur justru dapat memberi tekanan berlebih pada lambung dan meningkatkan risiko refluks. Penderita GERD disarankan makan dalam porsi sedang dan mengunyah makanan secara perlahan agar proses pencernaan berjalan lebih optimal.
Perut yang terlalu penuh membuat asam lambung lebih mudah naik ke kerongkongan, terutama saat tubuh dalam posisi berbaring.
5. Beri Jeda Sebelum Tidur Kembali
Setelah sahur, sebaiknya tidak langsung berbaring. Beri jeda sekitar 30â60 menit sebelum tidur kembali. Posisi berbaring segera setelah makan dapat memicu naiknya asam lambung.
Apabila ingin beristirahat, usahakan posisi kepala lebih tinggi dari perut dengan menggunakan bantal tambahan. Langkah sederhana ini dapat membantu mencegah refluks dan membuat puasa tetap nyaman meski memiliki riwayat GERD.
- Sahur Ramadhan
- Menu Sahur Penderita Gerd
Redaktur: Fitrya A Kusumah
Penulis: Fitrya A Kusumah
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.