Standar Cantik Disorot! Cewek Korsel Ini Bongkar Trauma Body Shaming Usai Konflik Knetz vs SEAblings Memanas
JAKARTA, KUCANTIK.COM - Perseteruan antara Knetz (Korean netizens) dan SEAblings, sebutan untuk netizen Asia Tenggara masih membara di media sosial X dalam beberapa hari terakhir. Adu komentar pedas, sindiran, hingga tudingan rasis saling dilempar dan menjadikan konflik ini topik panas lintas negara.
Awalnya, polemik dipicu insiden di konser DAY6 yang digelar di Malaysia. Seorang fansite asal Korea Selatan kedapatan membawa kamera profesional ke dalam venue. Aksi tersebut dianggap melanggar aturan serta mengganggu kenyamanan penonton lain. Seorang penonton Malaysia merekam kejadian itu dan mengunggahnya ke media sosial hingga viral.
Alih-alih mereda, video tersebut justru memantik reaksi keras. Sejumlah Knetz merasa negaranya disudutkan. Namun respons yang muncul malah memperkeruh suasana karena sebagian komentar bernada rasis ditujukan kepada masyarakat Asia Tenggara. Hal ini kemudian memicu solidaritas warganet ASEAN yang menyebut diri mereka SEAblings, sebuah bentuk perlawanan terhadap stereotip dan ejekan yang dilontarkan.
Namun di tengah panasnya konflik, muncul kisah yang justru membuka sisi lain realitas sosial di Korea Selatan.
Seorang perempuan Korea Selatan melalui akun X @lsg_152 membagikan curhatan yang menyentuh. Ia mengaku menjadi korban body shaming sejak kecil karena kondisi gigi dan maloklusi yang ia miliki.
“Saya memiliki sepasang gigi dan maloklusi. Saya tidak memiliki rasa percaya diri karena sejak kecil saya selalu dibilang jelek di internet,” tulisnya di X pada Kamis (12/2/2026).
Ia mengungkapkan komentar jahat lebih banyak datang dari dunia maya. Bahkan, foto pribadinya pernah dijadikan bahan ejekan di Facebook. Ironisnya, orang-orang di kehidupan nyata menyebutnya cantik, tetapi di internet ia justru menerima hujatan tanpa henti.
Pengalaman itu membuatnya kehilangan rasa percaya diri dalam waktu lama. Standar kecantikan yang tinggi di negaranya membuat ia merasa tidak cukup baik hanya karena penampilan fisik.
Namun harapan datang dari arah yang tak terduga.
Ia mengaku tersentuh melihat unggahan perempuan Indonesia yang tetap percaya diri dengan penampilannya tanpa operasi plastik, meski sempat dihina sebagian warganet Korea. Kepercayaan diri tersebut justru memberinya kekuatan untuk menerima dirinya sendiri.
“Aku benar-benar mengalami perundungan parah sampai kehilangan rasa percaya diri, tapi terima kasih banyak kepada Anda,” tulisnya.
Curhatan ini langsung menuai simpati luas. Banyak warganet Asia Tenggara membanjiri kolom komentar dengan dukungan dan pujian atas keberaniannya berbicara.
“Yang respect dan dukung dia adalah warga ASEAN bilang dia cantik apa adanya!” tulis salah satu akun.
Kisah ini pun memicu diskusi mendalam tentang standar kecantikan ekstrem di Korea Selatan, negara yang dikenal sangat kompetitif dalam urusan penampilan. Banyak yang menilai tekanan sosial di sana bisa begitu kuat hingga memengaruhi kesehatan mental seseorang.
Di balik konflik Knetz vs SEAblings yang penuh emosi, curhatan perempuan ini justru menjadi pengingat perundungan bisa terjadi di mana saja, bahkan di negara yang dianggap maju sekalipun.
Pertanyaannya, sampai kapan standar kecantikan harus menentukan harga diri seseorang?
Komentar (0)
Belum ada komentar untuk Standar Cantik Disorot! Cewek Korsel Ini Bongkar Trauma Body Shaming Usai Konflik Knetz vs SEAblings Memanas .
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!