Kabar pembelian properti bernilai jumbo ini ramai diberitakan sejumlah media Korea. Informasi tersebut mengacu pada laporan dari kalangan Perbankan Investasi (IB) serta sumber di industri properti yang mengetahui proses transaksi tersebut. Nama Jennie pun langsung menjadi perbincangan hangat, tak hanya di Korea Selatan tetapi juga di kalangan penggemar internasional.
Mengutip laporan Korea JoongAng Daily, Jennie diketahui mengakuisisi bangunan tersebut pada Mei 2025. Proses administrasi dan pengalihan hak kepemilikan kemudian rampung pada Desember 2025. Artinya, dalam kurun waktu sekitar tujuh bulan, seluruh prosedur hukum dan legalitas pembelian telah diselesaikan secara resmi.
Gedung yang kini menjadi milik Jennie itu terletak di kawasan Yongsan-gu, Seoul, salah satu area strategis dan prestisius di ibu kota Korea Selatan. Bangunan tersebut berdiri sejak tahun 1970 dan berada di bagian utara Dongbinggo-dong.
Wilayah ini dikenal sebagai lingkungan elite yang banyak ditempati oleh para duta besar dan perwakilan diplomatik dari berbagai negara. Tak heran jika nilai properti di kawasan tersebut tergolong tinggi dan stabil.
Sebelum berpindah tangan, bangunan tersebut berfungsi sebagai Kedutaan Besar Irak di Korea Selatan. Dengan sejarah panjang sebagai kantor diplomatik, gedung itu memiliki nilai historis sekaligus simbolis.
Meski belum ada pernyataan resmi dari Jennie mengenai rencana penggunaan properti tersebut, banyak pihak berspekulasi bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi investasi jangka panjangnya.
Keputusan Jennie membeli gedung eks kedutaan ini dinilai sebagai bukti kecerdasannya dalam mengelola aset. Di tengah kesibukannya sebagai idol global, ia tampak serius membangun portofolio investasi di sektor properti.
Sebagai salah satu anggota BLACKPINK dengan pengaruh besar di industri hiburan dunia, Jennie memang dikenal memiliki berbagai kerja sama brand mewah serta proyek solo yang sukses.
Langkah besar ini pun memperkuat citranya bukan hanya sebagai artis papan atas, tetapi juga sebagai figur publik yang visioner dalam urusan bisnis. Penggemar pun ramai memberikan dukungan dan rasa bangga atas pencapaian tersebut.
Bagi banyak orang, aksi Jennie membeli gedung senilai ratusan miliar rupiah secara tunai menjadi simbol kesuksesan kerja kerasnya selama bertahun-tahun di industri hiburan.
Terlepas dari tujuan akhirnya terhadap bangunan tersebut, satu hal yang pasti: Jennie kembali membuktikan bahwa pengaruh dan pencapaiannya melampaui panggung musik. Ia bukan hanya ikon fashion dan performer berbakat, tetapi juga sosok muda yang berani mengambil langkah investasi besar di usia yang relatif masih produktif.***