Jule Terlibat Peredaran Narkotika Jenis Vape Etomidate? Ini Kata Polisi

Selasa, 22 Sep 2026, 19:00 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Kasus penyalahgunaan etomidate melalui vape yang menyeret nama selebgram Julia Prastini alias Jule, mantan istri Na Daehoon memasuki babak baru. Setelah menjalani pemeriksaan, polisi memastikan Jule tidak ditemukan terlibat dalam aktivitas peredaran maupun penjualan narkotika jenis etomidate.

Kepastian tersebut disampaikan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto pada Selasa (22/9/2026). Polisi menyebut kesimpulan itu diperoleh setelah penyidik memeriksa Jule, meminta keterangan sejumlah saksi, menelusuri riwayat komunikasi, hingga mencermati jumlah barang bukti dan alat bukti lainnya.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap JP, keterangan para saksi, pendalaman riwayat komunikasi, jumlah barang bukti, serta alat bukti lainnya, penyidik tidak menemukan fakta yang mengarah pada keterlibatan JP dalam kegiatan mengedarkan atau menjual narkotika,” ujar Budi Hermanto.

Hasil pemeriksaan tersebut membuat posisi Jule berbeda dengan tiga orang yang ditetapkan sebagai tersangka dalam jaringan tersebut.

Jule Dinyatakan Sebagai Pengguna

Dalam penyelidikan, polisi menyatakan Jule merupakan pengguna atau pemakai etomidate. Ia kemudian menjalani asesmen oleh Tim Asesmen Terpadu BNNP DKI Jakarta.

Berdasarkan hasil asesmen, Jule dinyatakan sebagai pengguna dan direkomendasikan menjalani rehabilitasi.

Sebelumnya, polisi juga mengungkap bahwa Jule positif mengonsumsi etomidate berdasarkan hasil tes urine. Dari pemeriksaan, Jule disebut baru mulai menggunakan zat tersebut sekitar dua hingga tiga minggu sebelum ditangkap.

Menurut keterangan polisi, Jule mengaku menggunakan etomidate karena alasan pribadi, termasuk untuk meredakan stres.

Meski demikian, hasil penyidikan tidak menemukan bukti yang menunjukkan bahwa Jule ikut menjual atau mengedarkan cartridge tersebut kepada orang lain.

Jule Ditangkap Setelah Kasus Dua Perempuan Dibongkar

Ket. Foto: Jule menggunakan narkoba. — Sumber: Instagram

Pada awalnya, Jule muncul dalam pengembangan kasus yang lebih besar. Polisi sebelumnya menangkap dua perempuan berinisial RR dan RN di sebuah apartemen di kawasan Jakarta Barat.

Dari penangkapan tersebut, petugas menemukan 27 cartridge vape yang berisi etomidate.

Penyidik kemudian melakukan pendalaman terhadap transaksi dan bukti pengiriman barang. Dalam proses tersebut, polisi menemukan adanya transaksi serta pengiriman cartridge yang mengarah kepada Jule.

Temuan itu membuat penyidik melakukan pengembangan hingga akhirnya menangkap Jule.

Jule diamankan di sebuah apartemen di kawasan Jakarta Selatan pada 14 September 2026. Saat ditangkap, ia sedang berada bersama dua orang temannya.

Namun, polisi menyatakan kedua teman Jule tidak mengetahui aktivitas yang dilakukan Jule. Keduanya juga menjalani tes urine dan dinyatakan negatif.

Polisi Temukan Empat Cartridge di Tempat Jule

Saat melakukan penangkapan, petugas menemukan empat cartridge etomidate dari Jule.

Dari empat cartridge tersebut, tiga di antaranya sudah kosong atau merupakan bekas pakai. Sementara satu cartridge lainnya masih dalam kondisi penuh dan berisi etomidate.

Temuan tersebut kemudian menjadi salah satu bagian yang diperiksa penyidik untuk menentukan posisi hukum Jule dalam kasus tersebut.

Polisi juga menelusuri riwayat pembelian Jule. Berdasarkan hasil pemeriksaan, Jule disebut hanya membeli cartridge etomidate dari RR dan RN.

“Untuk JP selama ini melakukan pembelian hanya kepada RR dan RN, hanya itu saja,” kata Kasat Reserse Narkoba Polresta Bandara Soekarno-Hatta AKP Michael Kharisma Tandayu.

Polisi menyatakan hasil penelusuran transaksi dan pemeriksaan terhadap Jule menunjukkan informasi tersebut konsisten.

Bandar Utama Ikut Ditangkap

Pengembangan kasus kemudian tidak berhenti pada RR, RN, dan Jule. Polisi berhasil mengidentifikasi pemasok utama jaringan tersebut, yakni warga negara asing asal Tiongkok berinisial XC.

Dari tangan XC, petugas menyita tambahan 71 cartridge etomidate.

Menurut polisi, jaringan tersebut telah beroperasi sejak Juli 2026. Modus pemasaran yang digunakan disebut memanfaatkan hubungan pertemanan atau penyebaran informasi dari mulut ke mulut.

Dari setiap cartridge yang terjual, pemasok disebut bisa memperoleh keuntungan sekitar Rp700 ribu.

Atas pengungkapan jaringan tersebut, polisi menetapkan RR, RN, dan XC sebagai tersangka.

Sementara itu, posisi Jule diproses secara berbeda karena penyidik menyatakan tidak menemukan keterlibatannya dalam peredaran maupun penjualan. Polisi menyebut mekanisme yang diterapkan terhadap Jule adalah restorative justice, dengan status sebagai pengguna atau korban penyalahgunaan.

Bukan Tersangka Peredaran

Dengan hasil penyidikan tersebut, polisi menegaskan Jule tidak terlibat dalam kegiatan mengedarkan atau menjual etomidate.

Kasus yang menyeret namanya bermula dari pengembangan jaringan peredaran, terutama setelah polisi menemukan bukti transaksi antara Jule dengan RR dan RN. Namun, transaksi tersebut menurut penyidik menunjukkan posisi Jule sebagai pembeli atau pengguna, bukan sebagai bagian dari jaringan penjualan.

Saat ini, Jule direkomendasikan menjalani rehabilitasi sesuai hasil asesmen Tim Asesmen Terpadu BNNP DKI Jakarta.

Sementara itu, proses hukum terhadap RR, RN, dan XC berlanjut sebagai tersangka dalam jaringan peredaran etomidate.

Dengan demikian, setelah sempat menjadi sorotan karena ditangkap dalam pengembangan kasus vape etomidate, status Jule kini telah diperjelas oleh kepolisian. Ia dinyatakan sebagai pengguna dan tidak ditemukan bukti keterlibatan dalam peredaran atau penjualan zat tersebut.

  • Vape
  • Julia Prastini

Redaktur: Alfina Febriyana

Penulis: Alfina Febriyana

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.