Britney Spears Lepas Hak Lagu-Lagu Hitsnya, Nilainya Capai Rp3,35 Triliun

Ket. Britney Spears

Doc: Tangkapan Layar

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Penyanyi pop dunia Britney Spears resmi menjual katalog musiknya dengan nilai fantastis yang diperkirakan mencapai 200 juta dolar AS atau setara sekitar Rp3,35 triliun.

Langkah ini menambah daftar panjang musisi papan atas yang memilih mengalihkan hak atas karya-karya mereka kepada perusahaan penerbit musik dalam beberapa tahun terakhir.

Laporan dari TMZ menyebutkan bahwa Britney Spears telah menandatangani kontrak besar terkait pengalihan hak atas katalog musiknya. Berdasarkan dokumen yang diperoleh, Britney menjual aset berharga tersebut kepada perusahaan penerbit musik ternama, Primary Wave.

Kesepakatan ini disebut-sebut menjadi salah satu transaksi terbesar dalam industri musik pop dalam beberapa waktu terakhir.

Nilai Kontrak Setara dengan Justin Bieber

Meski nilai resmi tidak dirincikan secara mendetail dalam dokumen yang beredar, para ahli industri memperkirakan angka penjualan tersebut mencapai 200 juta dolar AS. Nilai ini disebut serupa dengan angka penjualan katalog musik Justin Bieber yang terjadi pada Mei 2025 lalu.

Kesepakatan tersebut diketahui resmi ditandatangani pada 30 Desember 2025. Seorang sumber mengungkapkan bahwa Britney Spears merasa sangat puas dengan hasil perjanjian tersebut.

Ia bahkan dikabarkan merayakan pencapaian besar itu dengan menghabiskan waktu berkualitas bersama anak-anaknya sebagai bentuk rasa syukur atas kesepakatan yang telah tercapai.

Deretan Lagu Hits dalam Katalog yang Dijual

Katalog musik yang dijual mencakup deretan lagu populer yang telah mendominasi tangga lagu dunia selama lebih dari dua dekade.

Beberapa di antaranya adalah "(You Drive Me) Crazy", "...Baby One More Time", "Break The Ice", "Circus", "Don't Let Me Be the Last to Know", "Everytime", "Gimme More", "Hold It Against Me", "I Wanna Go", "If U Seek Amy", "I'm a Slave 4 U", "I'm Not a Girl, Not Yet a Woman", "Lucky", "My Prerogative", "Oops!... I Did It Again", "Overprotected", "Piece of Me", "Sometimes", "Stronger", "Till The World Ends", "Toxic", dan "Womanizer.”

Keputusan ini membuat Britney menyusul jejak sejumlah musisi besar lainnya yang telah lebih dulu menjual katalog mereka, seperti Bruce Springsteen, Bob Dylan, Paul Simon, Neil Young, Shakira, KISS, Sting, Phil Collins, hingga Stevie Nicks.

Rekam Jejak Karier dan Rencana Masa Depan

Sepanjang kariernya, Britney Spears telah merilis total sembilan album studio, dimulai dari debut fenomenal ...Baby One More Time pada 1999 hingga album Glory pada 2016.

Data dari Sony Music mencatat bahwa ia telah menjual hampir 150 juta keping rekaman di seluruh dunia, menjadikannya salah satu artis pop dengan penjualan tertinggi sepanjang masa.

Terkait aktivitas panggung, pada 8 Januari lalu Britney Spears sempat mengunggah foto lama di Instagram saat membawakan lagu "I'm Not a Girl, Not Yet a Woman" di ajang American Music Awards ke-29.

Dalam unggahan tersebut, ia mencurahkan perasaannya mengenai kemungkinan kembali tampil di hadapan penggemar.

"Saya tidak akan pernah tampil lagi di AS karena alasan-alasan yang sangat sensitif. Namun, saya berharap bisa segera tampil di Inggris dan AUSTRALIA, duduk di sebuah kursi dengan mawar merah yang terselip di sanggul rambut saya, tampil bersama putra saya," tulisnya saat itu.

Pernyataan tersebut memicu berbagai spekulasi mengenai arah karier Britney ke depan, terutama setelah penjualan katalog musiknya yang bernilai fantastis ini.

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN