- Home
-
- Entertainment
-
- Pernah Viral, Gaya Overs...
Pernah Viral, Gaya Oversized Ikonik Ariana Grande Ternyata Tameng Luka Batin
Jum'at, 30 Jan 2026, 07:00 WIBJAKARTA, KUCANTIK.COM - Selama bertahun-tahun, gaya oversized Ariana Grande menjadi salah satu ciri khas paling mudah dikenali. Hoodie kebesaran dipadu sepatu boots tinggi seolah menjadi seragam wajib sang bintang, terutama pada periode 2017 hingga 2018. Banyak yang mengira pilihan fashion tersebut hanyalah strategi gaya atau tren belaka. Namun, fakta di baliknya jauh lebih dalam dan menyentuh sisi emosional.
Dalam episode terbaru serial Life in Looks milik Vogue, Ariana Grande akhirnya membuka kembali lembaran lama dalam hidupnya. Di usia 32 tahun, penyanyi dan aktris yang juga membintangi film Wicked itu mengakui fase fashion tersebut lahir dari kondisi mental yang rapuh dan penuh tekanan.
Saat diperlihatkan foto dirinya mengenakan sweatshirt oversized dan boots tinggi, Ariana menyebut masa itu sebagai periode yang terasa aneh dan berat untuk dikenang.
âItu adalah waktu yang sangat ganjil dalam hidup saya,â ujar Ariana, seperti dikutip dari People.
Ariana mengungkap pada saat itu, ia sedang memproses terlalu banyak hal sekaligus. Pakaian longgar menjadi bentuk perlindungan diri, semacam perisai emosional untuk bersembunyi dari dunia luar. Kenyamanan menjadi prioritas utama, bukan penampilan.
âSaya selalu ingin bersembunyi di balik sesuatu yang terasa aman dan nyaman,â katanya jujur.
Ia mengakui sepatu boots tinggi yang sering dikenakannya memberi sedikit rasa percaya diri. Namun secara mental, Ariana benar-benar kelelahan. Ia bahkan tak memiliki energi untuk sekadar memikirkan outfit.
âPilihan paling mudah saat itu adalah sweatshirt dan boots. Saya tidak punya tenaga mental lebih dari itu,â tuturnya.
Periode tersebut memang menjadi salah satu fase paling kelam dalam hidup Ariana Grande. Pada 22 Mei 2017, dunia musik diguncang tragedi bom di konsernya di Manchester, Inggris. Serangan tersebut menewaskan 22 orang dan melukai lebih dari 500 lainnya. Sejak kejadian itu, Ariana secara terbuka mengakui dirinya berjuang melawan kecemasan berat dan gangguan stres pascatrauma (PTSD).
Ia sempat menghentikan turnya, namun menunjukkan keberanian luar biasa dengan kembali ke Manchester hanya dua minggu kemudian untuk menggelar konser amal One Love Manchester demi para korban. Dalam surat emosional kepada penggemar pada November 2018, Ariana menulis tragedi tersebut akan membuatnya âterdiam dan dipenuhi pertanyaan seumur hidup.â
Belum pulih sepenuhnya, Ariana kembali dihantam duka mendalam saat mantan kekasihnya, Mac Miller, meninggal dunia akibat overdosis pada 7 September 2018. Dalam wawancara Vogue edisi Agustus 2019, ia menggambarkan kesedihan itu sebagai sesuatu yang âmenguasai segalanya.â
âApa yang kami miliki memang tidak sempurna, tapi dia adalah orang terbaik,â ucapnya lirih.
Ariana juga dengan tegas membela diri dari tudingan warganet yang menyalahkannya atas kematian Miller.
âMereka tidak melihat perjuangan yang sebenarnya, bertahun-tahun usaha, cinta, kelelahan, dan rasa sakit,â tegasnya.
Kini, gaya oversized Ariana Grande tak lagi sekadar ikon fashion, tapi menjadi simbol perjuangan diam-diam seorang bintang dunia untuk bertahan di tengah trauma, kehilangan, dan luka batin yang tak terlihat.
- Ariana Grande
- fashion
Redaktur: Alfina Febriyana
Penulis: Alfina Febriyana
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.